Showing posts with label Internasional. Show all posts
Showing posts with label Internasional. Show all posts

Monday, November 21, 2016

FPI Galang Dana 10 Milyar Untuk Beli Senjata Dan Kirim 1000 Mujahid ke Rohingya

PERAWANGPOS -- Solusi atas pembantaian kaum Muslim di Rohingya, Myanmar adalah dengan melakukan jihad. Tanpa jihad, kehormatan kaum Muslimin akan terus diinjak-injak rezim militer dan kaum Budha di sana. Meskipun sebelum itu, upaya diplomasi tetap dilakukan dengan meminta pemerintah dan kaum Budha Myanmar menghentikan tindakan keji mereka.

"Kalau secara diplomasi pemerintah tak peduli, maka kami minta orang-orang Rohingya untuk menyiapkan anak-anak muda di sana untuk membuka (wilayah). Saatnya para mujahidin dunia berdatangan, (wilayah) sudah terbuka," kata pengurus DPP Front Pembela Islam (FPI) Ustad Jakfar Shidiq dalam Majelis Taqarrub Ilallah dan Temu Pembaca Suara Islam ke-33 di Masjid Baiturahman, Jl Sahardjo, Jakarta Selatan, Sabtu (25/5/2013).

Selain Ustad Jakfar, hadir dalam acara yang dipandu Sekjen FUI KH Muhammad Al Khaththath itu Ketua Umum DPP Gerakan Reformis Islam (GARIS) H Chep Hernawan dan Sekjen Komite Advokasi Muslim Rohingya-Arakan (KAMRA) Ustad Bernard Abdul Jabbar.

Menurut Ustad Jakfar, saat ini telah siap 1000 pemuda Islam untuk masuk ke Rohingya membela saudara-saudara mereka yang terbantai. Hal ini dilakukan supaya kaum agama lain tidak lagi menindas umat Islam.

Untuk mempersenjatai lengkap seribu orang itu, kata Ustad Jakfar, diperlukan dana setidaknya Rp10 miliar. Dana itu akan dihimpun dari umat Islam yang peduli terhadap nasib umat Islam Rohingya. "Saya yakin sampai Ramadhan Rp10 mliyar itu akan terkumpul," katanya mantap.

Rencana ini, lanjut Ustad Jakfar, disampaikan oleh FPI secara terang-terangan dan terbuka kepada umat Islam. Sebab jika dilakukan tertutup justru akan dimanfaatkan Densus 88 untuk menterorisasi umat. "Jangan sampai dimanfaatkan oleh Densus 88. Kita dipojokin lagi," katanya.

Supaya tidak dianggap melanggar hukum Indonesia, rencananya semua peralatan jihad akan dibeli di luar Indonesia. "Tujuannya suapaya mereka (Myanmar) gentar, kalau kita betul-betul menekan. Sebab kalau tak ada AS, siapa sih Myanmar?," pungkasnya.

Sumber : Muslimina

Sunday, November 20, 2016

Dilarang Azan Oleh Israel, Warga Yerusalem Serentak Melawan Dengan mengumandangkan Azan Di Atap Rumah Mereka

PERAWANGPOS -- Menanggapi rencana pemerintah "Israel" untuk melarang adzan di Yerusalem, penduduk Yerusalem naik ke atap rumah mereka dan mengumandangkan azan bersama-sama, sebagaimana dilansir MEMO, Jum'at (18/11/2016).

Dalam rekaman video yang beredar di media sosial, warga dapat dengan jelas mendengar adzan yang dilantunkan warga dari atap rumah mereka sebagai protes terhadap peraturan yang melarang adzan di Yerusalem.

Gereja-gereja di Nazareth menunjukkan solidaritas dengan menyiarkan adzan dalam menanggapi upaya untuk melarang adzan yang disiarkan dari Masjid Al-Aqsa.

Selama dua minggu terakhir, "Israel" telah berupaya untuk melarang adzan.

Perdana Menteri "Israel" Benjamin Netanyahu yang telah mendukung RUU untuk melarang adzan, mengatakan: "Israel adalah negara yang menghormati kebebasan beribadah bagi semua orang beragama dan berkomitmen untuk melindungi orang-orang yang menderita akibat kebisingan yang disebabkan oleh pengeras suara."

Menentang tindakan Knesset "Israel", anggota Arab di Knesset "Israel" Ahmad El-Tibi dan Talab Abu Arar mengumandangkan adzan di parlemen "Israel"

Sumber : Arrahmah

Saturday, November 19, 2016

Trump Menang, Muslimah AS Takut Kenakan Jilbab

PERAWANGPOS -- Seorang wanita Muslim menilai jalan-jalan di Amerika Serikat tidak lagi aman baginya yang mengenakan jilbab, terutama setelah Donald Trump terpilih sebagai presiden melalui pilpres pekan lalu. Menurutnya, retorika yang diluncurkan selama masa kampanye telah menebarkan ketakutan dan kebencian bagi umat Muslim di negara itu. 

Alaa Basatneh, seorang penulis seputar isul keadilan sosial untuk situs media berita dan budaya, Fusion , tinggal di Miami dan telah mengenakan jilbab selama 12 tahun terakhir. Namun, ia memutuskan untuk menanggalkan jilbabnya dan mengenakan topi ketika ia keluar rumah pada Rabu (17/11), sepekan setelah Trump mendulang mayoritas suara pemilih dalam pilpres. 

"Tidak lagi aman untuk berjalan di daerah ini dengan mengenakan jilbab," katanya.

Basatneh kemudian menceritakan pengalaman pahitnya mendapat perlakuan dikriminatif dari sesama warga AS. Ketika tengah menunggu di ruang tunggu sebuah rumah sakit, seorang pria kulit putih yang lebih tua dan duduk di dekatnya mengeluarkan pisau saku dan meletakkannya di kursi kosong di antara mereka. 

"Saya merasa terancam. Saya kaget. Dan saya seperti sedang menunggu untuk ditusuk hanya karena saya mengenakan jilbab," tuturnya. 

Basatneh mengatakan bahwa ketika pria itu berdiri dari tempat duduknya, ia berkata "deportasi saja mereka semua" sambil berjalan melewatinya. Lebih buruk lagi, tidak ada satupun warga lainnya di ruangan itu yang bereaksi atas ujaran kebencian yang dilontarkan pria itu. 

"Ada sekitar 20 orang di ruangan itu. Dan semua orang hanya lanjut berbicang saja, seolah tak ada yang terjadi," katanya. 

Ia menilai ujaran kebencian yang diluncurkan pria itu maupun ketakutannya tumbuh dari sejumlah retorika Trump yang dinilai anti-Muslim. Pasalnya, konglomerat asal New York itu kerap menyerukan pelarangan masuk AS bagi seluruh umat Muslim, dengan dalih mencegah penyusupan teroris. 

Belakangan, ia menyerukan tes ideologi yang ketat bagi warga Muslim yang ingin menginjakkan kaki di Negeri Paman Sam itu. 

"[Trump] benar-benar membuka luka besar dalam komunitas Muslim. Dan bagi saya, secara pribadi, saya pikir dia perlu meminta maaf atas apa yang dia katakan. Dan... meyakinkan komunitas Muslim bahwa kita akan aman," tutur Basatneh. 

Basatneh mengaku kerap kali menerima perlakuan diskriminatif maupun ujaran kebencian sebelumnya, tapi tak pernah melibatkan senjata. Ia pun punya saran bagi warga Amerika terhadap tetangga mereka yang Muslim. 

"Kenali tetangga Muslim Anda. Kenali lebih jauh tentang Islam ... kalian akan tahu bahwa kami mengulurkan tangan dan terbuka," ujarnya. 

Dalam wawancara dengan CNN yang ditayangkan pada Minggu (13/11), Trump meminta pendukungnya untuk menghentikan aksi diskriminatif dan melecehkan kaum minoritas. Meski demikian, sejumlah kasus Islamofobia dan xenofobia muncul selama sepekan terakhir. 

Kasus yang menyiratkan sentimen Islamofobia muncul di New York University (NYU) Tandon School of Engineering pada Kamis (10/11) lalu. Menurut otoritas kampus, sejumlah siswa menemukan nama presiden AS terpilih itu tertulis di depan pintu ruang ibadah bagi umat Islam di gedung kampus mereka. 

Kasus lainnya terlihat dari grafiti berbau rasisme di salah satu dinding kamar mandi di gedung sekolah Minnesota High School. Tulisan yang terpampang di pintu kamar mandi sekolah itu bertuliskan "hanya untuk kulit putih", "Amerika kulit putih", dan "Trump". 

Sumber : CNN

Sunday, November 13, 2016

Imam Mesjid New York : "Ada Berkah Dengan Terpilihnya Trump, Islam Akan Makin Berkembang"

PERAWANGPOS -- Terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat bagi sebagian orang dianggap sebagai musibah, terutama bagi kalangan minoritas: umat Islam dan warga pendatang. Imam masjid asal Indonesia di New York, Shamsi Ali, mengatakan bisa jadi ada berkah tersendiri di balik terpilihnya Trump.

Menurut Shamsi, selama ini masyarakat Muslim Amerika sudah merasa aman dengan dukungan dari pemerintah dan masyarakat. Walau berbagai kasus Islamofobia tercatat di negara ini, namun jumlahnya tidak sebanding dengan sikap toleransi yang ditunjukan warga AS terhadap Muslim.

Dengan terpilihnya Trump, imam masjid Jamaica Muslim Center ini mengatakan, masyarakat Muslim AS akan terpacu untuk berdakwah dan membuat strategi baru dalam meluruskan pemahaman anti-Islam di Amerika, terutama di kalangan pendukung Trump.

"Ada blessing in disguise. Kemenangan Donald Trump membuka mata kita bahwa ada pekerjaan rumah yang besar. Kita mencari strategi baru, apakah sudah tepat. Ini membuka mata kita, bahwa mungkin ada beberapa kekurangan dari kita yang harus diperbaiki," kata Shamsi saat ditemui CNN Indonesia di New York, Jumat (11/11).

Shamsi mengaku tidak khawatir perkembangan Islam menurun sejak terpilihnya Trump. Dia mengatakan, walau kasus Islamofobia meningkat belakangan ini, namun perkembangan Islam juga tidak bisa dianggap enteng. Jumlah umat Islam AS terus bertambah, saat ini mencapai 3,3 juta orang.

"Perkembangan Islam tidak terbendung. Bahkan dalam kondisi terjepit Islam terus berkembang," kata Shamsi.

Shamsi mengatakan terpilihnya Trump tidak lebih buruk ketimbang serangan teroris pada 11 September 2001 atau 9/11. Menurut dia, gejolak Trump hanya berlangsung sementara dan akan menjadi tangga untuk semakin berkembangnya Islam.

"Islam itu berkembang jika ditantang. Ibarat bola yang semakin ditekan di dalam air, maka pantulannya akan semakin tinggi," kata Shamsi.

"Pada peristiwa 9/11 banyak yang menyangka Islam telah dikuburkan, Islam telah menemukan kuburannya. Tapi nyatanya Islam berkembang luar biasa di Amerika pasca 9/11," lanjut dia lagi.

Sumber : CNN

Shamsi Ali, imam mesjid New york asal Indonesia 

Saturday, November 12, 2016

Ular Ini DiSangka Warga Memakan Sesuatu, Setelah Ditangkap Ternyata Isinya...

PERAWANGPOS -- Seekor ular dengan ukuran yang sangat besar baru-baru ini berhasil ditangkap oleh penduduk di Nigeria dan membunuhnya. Ular tersebut diduga sudah memakan hewan ternak warga karena perutnya sudah terlihat membesar. Warga pun beramai-ramai memburu ular tersebut untuk dibunuh agar tidak lagi memakan hewan ternak warga.

Setelah berhasil dibunuh, warga menyayat perut si ular untuk mengetahui isi bagian dalam perut ular yang membengkak. Namun ternyata, hasilnya: puluhan telur, bukan hewan ternak seperti yang diperkirakan.

Ular tersebut bukan memakan hewan ternak tetapi sedang mengandung puluhan telur. Meskipun tidak jelas jenis ular tersebut, banyak ular dapat memproduksi hingga 100 telur pada suatu waktu. Beberapa orang berkomentar dengan sedikit simpati, mereka beranggapan bahwa setidaknya sekitar 100 ular bayi tidak lagi lahir.

Jika dilihat dari lebarnya ular yang hampir 1 kaki dan panjangnya yang beberapa meter bisa diduga jika ular ini jenis anaconda. Apalagi spesies tersebut sangat jarang di Amerika Selatan, sehingga kemungkinan berasal dari jenis piton batu Afrika. Piton batu Afrika adalah jenis ular non-bisa yang membunuh mangsanya dengan penyempitan jalan udara.

Thursday, October 27, 2016

"Allahuakbar..." Koalisi Arab Berhasil Hancurkan Rudal Yang Mengarah Ke Mekkah

PERAWANGPOS -- Koalisi Arab Saudi mengumumkan pasukannya berhasil mengintersepsi rudal balistik yang diluncurkan dari wilayah Yaman dan menargetkan kota suci Mekkah pada pekan ini. Serangan ini merupakan salah satu yang berhasil digagalkan Saudi di tengah konflik di Yaman yang berkepanjangan. 

Kantor berita Arab Saudi, SPA, melaporkan bahwa rudal itu berhasil dihancurkan pada Kamis (27/10) sekitar 65 kilometer menuju kota tersuci bagi umat Muslim. Aksi ini tidak menimbulkan kerusakan atau korban jiwa. 

Menurut laporan SPA, rudal itu diluncurkan dari Saada, wilayah yang dikuasai pemberontak Houthi di Yaman. 

Kelompok Houthi mengonfirmasi peluncuran rudal balistik Burkan-1 ke Saudi melalui pernyataan resmi yang dirilis kantor berita mereka pada Jumat (28/10). Meski demikian, menurut laporanReuters, Houthi mengklaim bahwa serangan itu menargetkan Bandara Internasional King Abdulaziz di Jeddah, salah satu bandara tersibuk di Saudi. 

Kelompok Houthi, yang dibekingi Iran dan pendukung mantan presiden Ali Abdullah Saleh, memang menargetkan sejumlah kota perbatasan Saudi, sejak negara kerajaan itu memimpin koalisi serangan udara di Yaman pada Maret 2015 untuk mendukung Presiden Rabbu Mansour Hadi menghadapi pemberontakan. 

Kelompok bersenjata Syiah ini masih menguasai sebagian besar wilayah utara Yaman, termasuk ibu kota Sanaa. 

PBB memperkirakan konflik berkepanjangan di Yaman telah menewaskan 10 ribu orang, terdiri dari warga sipil dan kelompok bersenjata. 

Krisis pangan turut membayangi konflik di salah satu negara Arab termiskin itu. Sekitar 14 juta dari 26 juta warga Yaman yang terjebak dalam pertempuran butuh bantuan makanan, dan 7 juta di antaranya terancam krisis pangan.

Sumber : CNN

Friday, October 21, 2016

Anak "Penyihir" Ini Kini Tumbuh Sehat Dan Normal

PERAWANGPOS -- Mungkin beberapa dari kita masih ingat akan kisah seorang anak berusia dua tahun asal Nigeria yang ditelantarkan oleh keluarganya karena dikirapenyihir. Bocah bernama Hope tersebut ditemukan di pinggir jalan oleh seorang perempuan Denmark. Saat itu badannya teramat kurus.

Seperti yang dikutip dari Daily Mail, Jumat (1/4/2016), kisahnya mulai dikenal setelah perempuan yang bernama Anja Ringgren Loven itu berfoto saat memberi makan anak kecil yang memiliki kondisi memprihatinkan itu. Sejak beredar di dunia maya, tak lama kemudian potret tersebut pun menjadi viral.

Baru-baru ini Loven mengunggah kembali sejumlah foto yang menunjukkan perubahan signifikan dari Hope dalam waktu delapan minggu. Ia juga berkata bahwa bocah itu sangat menikmati hidupnya saat ini.

Hanya dalam waktu delapan minggu sejak pertama kali ditemukan kondisi Hope membuat pangling banyak orang. Berat badannya bertambah drastis.

Dalam salah satu foto, ia terlihat tersenyum dan bermain dengan anak-anak yang lain. Pada potret lain yang diunggahnya, Loven juga memberi keterangan. "Seperti yang kalian bisa lihat, Hope sangat menikmati hidupnya sekarang. Ia juga memiliki 35 saudara laki-laki dan perempuan baru yang merawatnya dengan baik, bermain, dan belajar dengannya. Mereka memastikan keamanannya dan ia mendapatkan banyak kasih sayang."

Kisah Memilukan Hope dan Anak-anak yang Diduga Penyihir

Hope ditemukan pada 31 Januari 2016 oleh Loven. Perempuan asal Denmark tersebut akhirnya memutuskan untuk merawat bocah malang itu karena iba.

Ketika menemukan Hope pertama kali, Loven langsung memberinya minum dan makan. Ia lalu membungkus bocah malang itu dengan selimut dan membawanya ke rumah sakit terdekat untuk menjalani perawatan.

Kondisi Hope saat pertama kali ditemukan pada 31 Januari 2016 (Foto: Facebook Anja Ringgren Loven).

Sesampainya di rumah sakit, Hope diberi pengobatan untuk menghilangkan cacing dari perutnya dan menerima transfusi darah untuk meningkatkan sel darah merah ke dalam tubuhnya.

Loven kemudian meminta bantuan untuk membiayai pengobatan Hope. Dalam dua hari ia mendapatkan dana dari seluruh dunia hingga mencapai nominal $1 juta atau Rp 13,195 miliar.

Loven merupakan pendiri African Children's Aid Education and Development Foundation yang ia bentuk tiga tahun lalu. Tujuannya membentuk yayasan tersebut untuk membantu anak-anak yang dicap sebagai penyihir.

Hope nampak bermain dan belajar dengan saudara-saudara barunya (Foto: Facebook Anja Ringgren Loven).

Yayasannya juga berusaha untuk mengubah pandangan masyarakat Nigeria terhadap aksi praktek kuno dan brutal, serta mendidik masyarakat lokal yang kebanyakan kaum miskin dan tidak berpendidikan.

Anak-anak yang diduga penyihir akan ditinggalkan oleh keluarganya, bahkan dibunuh oleh salah seorang dari komunitasnya.

Bahkan, orangtua anak-anak yang dituduh sebagai penyihir itu juga berisiko dibunuh jika membiarkan anak mereka berada di tempat tinggal tersebut.

Saat ini Hope dapat hidup dengan lebih layak (Foto: Facebook Anja Ringgren Loven).

"Ribuan anak-anak dituduh sebagai penyihir dan kami telah melihat anak-anak yang disiksa, ketakutan, dan meninggal," tulis Loven di Facebook.

"Dengan bantuan dana, selain memberikan Hope perawatan terbaik, kami sekarang juga membangun klinik dokter dan menyelamatkan lebih banyak anak-anak dari penyiksaan!" katanya.

Ia dan suaminya, David Emmanuel Umem, juga mulai membangun panti asuhan milik mereka pada akhir Januari.

Sumber : Liputan 6

Monday, October 10, 2016

Rahasia Pembunuhan Osama Bin Laden Ada Di Email Hillary

PERAWANGPOS -- Situs anti-kerahasiaan WikiLeaks kembali membocorkan dokumen e-mail kandidat Presiden Amerika Serikat (AS), Hillary Rodham Clinton. Di bocoran surat elektronik itu terungkap rahasia bagiamana pasukan Navy Seal AS bisa menemukan dan membunuh pendiri al-Qaeda, Osama bin Laden, di Pakistan.

Dokumen itu sebenarnya pidato rahasia Hillary di hadapan para bankir Wall Street di Toronto tahun 2013. ”Saya berada di kelompok kecil yang direkomendasikan untuk presiden, dia bergerak setelah bin Laden,” kata Hillary Clinton dalam pidato tersebut.

”Jumlah personel yang dibutuhkan untuk mendapatkan informasi cukup kuat, beritindak setelah lebih dari satu dekade. Dan kemudian tiba-tiba meletakkan matriks ini bersama-sama. Orang ini digunakan untuk melindungi bin Laden. Dia baru saja membuat panggilan telepon. Dia mengatakan ini dalam panggilan telepon. Kita perlu mencari tahu di mana dia. Maka kita perlu mengikutinya,” lanjut Hillary.

Namun, sosok “dia” yang jadi petunjuk tim Navy Seal untuk menemukan jejak dan membunuh Osama bin Laden itu masih misterius. ”Dan itu adalah bagaimana kita menemukan orang ini di Abbottabad (Pakistan),” lanjut pidato Hillary mengacu pada operasi tim Navy Seal terhadap Osama bin Laden pada Mei 2011, seperti dikutip Daily Mail, Senin (10/10/2016).

Selain rahasia pembunuhan terhadap Osama, WikiLeaks juga membocorkan e-mail yang dikirim ke Komite Nasional Demokrat (DNC) pada 7 April 2015. E-mail itu mengungkap bahwa Hillary menggerakkan timnya agar Donald Trump menang di bursa calon presiden Partai Republik sehingga dia bisa mengalahkan rivalnya itu dengan mudah pada Pemilu Presiden AS November 2016 mendatang.

Masih menurut bocoran dokumen itu, tim yang digerakkan Hillary ditugaskan membantu Trump mengalahkan para bakal calon presiden yang dijuluki sebagai “Pied Piper”. Di antara mereka adalah Ted Cruz dan Ben Carson.

Kubu Hillary maupun dari Partai Demokrat belum mengkonfirmasi bocoran dokumen dari WikiLeaks ini. Selama ini, kubu Hillary menuduh e-mail dirinya diretas hacker yang didalangi Pemerintah Rusia dan kemudian dibocorkan WikiLeaks. Namun, baik Rusia maupun WikiLeaks membantahnya. [Pp]

Sumber : Intelijen