Monday, November 21, 2016

KSPI Resmi Umumkan Mogok Nasional Pada 2 Desember


PERAWANGPOS -- Jakarta,KSPI- KSPI bersama buruh Indonesia resmi mengumumkan akan melakukan “Mogok Nasional” pada 2 Desember 2016. Dengan demikian, rencana mogok nasional buruh yang semula pada 2 November 2016, diundur menjadi 2 Desember 2016.

Mogok Nasional ini akan dilaksanakan dalam bentuk unjuk rasa nasional dengan “Stop Produksi” di 20 Propinsi 250 kab/kota dengan melibatkan hampir satu juta buruh.

Khusus buruh se-Jabodetabek dan Karawang, lebih dari 200 ribu buruh pada saat mogok nasional 2 Desember tersebut akan bergerak unjuk rasa di Istana dengan titik kumpul di bundaran HI.

Sedangkan mogok nasional buruh di 19 Propinsi lainnya dilakukan di kawasan industri dan kantor Gubernur masing-masing.

Tiga isu yang akan disuarakan para buruh pada “mogok nasional 2 Desember” tersebut adalah:

1.Cabut PP 78/2015 – Tolak Upah Murah.

2. Naikan UMP/UMK 15% – 20%.

3. Penjarakan sekarang juga tersangka “Ahok” penista agama sebagaimana tersangka-tersangka sebelumnya demi tegaknya supremasi hukum.

Isu ini sudah dari 2 bulan lalu diteriakan oleh buruh.

Termasuk menolak penggusuran dan reklamasi yang merusak lingkungan hidup serta sarat aroma korupsi sebagaimana juga buruh dari dulu meminta KPK memeriksa Ahok atas dugaan korupsi di RS Sumber Waras, Lahan Cengkareng, reklamasi Teluk Jakarta.

Tetapi teriakan buruh ini tak pernah ada tanggapan.

“Mogok Nasional 2 Desember” ini adalah aksi tertib dan damai karena akan bersamaan dengan aksi Bela Islam jilid 3.

Waktu pelaksanaan sengaja dibuat bersamaan, karena ada irisan isu dan kepentingan yang sama yaitu “Menegakkan supremasi hukum dan rasa keadilan”, “Menolak upah murah, menolak penggusuran yang melaggar HAM dan menolak reklamasi yang merusak lingkungan”

Di seluruh dunia, perjuangan serikat buruh adalah upah layak, HAM, lingkungan, dan tegaknya hukum (rechstat). Inilah esensi mogok nasional 2 Desember oleh buruh.

Sebagai aksi pemanasan jelang mogok nasional, hari ini, Senin (21/11/2016) ribuan buruh di Balaikota DKI Jakarta jam 11.00 wib dan Gedung Sate Bandung dan Gedung Negara Grahadi Surabaya jam 10.00.

Sedang aksi besar-besaran sebagai aksi pemanasan jelang mogok nasional berikutnya akan berlangsung di kota-kota besar lainnya, seperti Banten, Surabaya, Semarang, Batam, Medan, dsb.

Muslimina

Al Maidah 51 ; Gadis Murtad Ini Kembali Memeluk Islam

PERAWANGPOS -- Kasus penistaan terhadap Al-Qur'an Surat Al-Maidah 51 yang dilakukan Ahok sehingga melahirkan Aksi Bela Islam ternyata memiliki beragam hikmah, seperti yang dialami oleh Gadis murtad bernama Asni Monalisa kembali memeluk agama Islam.

Dengan dibimbing oleh team Mualaf Center Darussalam dan Sahabat Dakwah, akhirnya Asni Monalisa kembali mengucapkan kalimat Syahadat dan memutuskan untuk memeluk agama Islam, pada senin (21/11/2016), di Masjid Darussalam Cibubur.

Dalam keterangan yang ditulis Wakil Direktur Mualaf Center Indonesia Hanny Kristianto melalui akun Facebook pribadinya, Asni sebelumnya seorang muslimah berasal dari Pandeglang, Banten yang merantau ke Jakarta dan bekerja sebagai asisten sejak 2012. Kemudian pada tahun 2015 memutuskan untuk murtad meninggalkan agama Islam dan memilih memeluk agama Kristen.

Sejak masuk agama kristen, Asni mulai rajin mempelajari Injil. Dalam ayat-ayat Injil ditemukan seruan untuk rendah hati, lemah lembut, dan sabar, seperti pada Surat Efesus 4:2. Namun anehnya pihak gereja memuja-muja Ahok yang seringkali berkata kasar dan kotor didepan publik.

"Seringkali pihak gereja mendoakan Ahok dan menyanjung Ahok bak seorang nabi, banyak kata-kata yang memuja Ahok" ujar Asni.

Sampai akhirnya ada Umat Islam menggelar Aksi Bela Islam jilid 1 dan2 atas penistaan Ahok terhadap Al Maidah 51. Asni merenungi kalam Allah dan menyadari bahwa sesungguhnya mereka hendak menghancurkan umat Islam dan berlaku tidak adil terhadap umat Islam.

Asni juga kemudian menemukan ajaran dalam injil banyak tokoh termasuk Yesus sendiri menggunakan kata - kata kotor dan kasar juga memaki manusia. Seperti berkata ular beludak dalam Matius 3:7, anjing -anjing Fil 3:2, anjing dan babi dalam 2 Pet 2:-22, serigala dalam Luk 13:32, tahi dalam Ayub 20:7, Yesus tidak dapat menguasai diri, emosi marah dan melakukan kekerasan terhadap pkl dalam Yoh 2:15.

Sejak menemukan ayat tersebut, semakin membuat Asni yakin untuk kembali memeluk agama Islam. Asni mulai sadar bahwa ternyata ajaran kasih yang ada di Injil yang bertentangan itu tidak dilakukan oleh pengajarnya.

Sebelumnya di Yogyakarta seorang Mahasiswa S3 beragama Kristen akhirnya memeluk agama Islam setelah melihat fenomena penistaan terhadap Al-Maidah 51 yang dilakukan Ahok. 

Sumber: Antiliberal

FPI Galang Dana 10 Milyar Untuk Beli Senjata Dan Kirim 1000 Mujahid ke Rohingya

PERAWANGPOS -- Solusi atas pembantaian kaum Muslim di Rohingya, Myanmar adalah dengan melakukan jihad. Tanpa jihad, kehormatan kaum Muslimin akan terus diinjak-injak rezim militer dan kaum Budha di sana. Meskipun sebelum itu, upaya diplomasi tetap dilakukan dengan meminta pemerintah dan kaum Budha Myanmar menghentikan tindakan keji mereka.

"Kalau secara diplomasi pemerintah tak peduli, maka kami minta orang-orang Rohingya untuk menyiapkan anak-anak muda di sana untuk membuka (wilayah). Saatnya para mujahidin dunia berdatangan, (wilayah) sudah terbuka," kata pengurus DPP Front Pembela Islam (FPI) Ustad Jakfar Shidiq dalam Majelis Taqarrub Ilallah dan Temu Pembaca Suara Islam ke-33 di Masjid Baiturahman, Jl Sahardjo, Jakarta Selatan, Sabtu (25/5/2013).

Selain Ustad Jakfar, hadir dalam acara yang dipandu Sekjen FUI KH Muhammad Al Khaththath itu Ketua Umum DPP Gerakan Reformis Islam (GARIS) H Chep Hernawan dan Sekjen Komite Advokasi Muslim Rohingya-Arakan (KAMRA) Ustad Bernard Abdul Jabbar.

Menurut Ustad Jakfar, saat ini telah siap 1000 pemuda Islam untuk masuk ke Rohingya membela saudara-saudara mereka yang terbantai. Hal ini dilakukan supaya kaum agama lain tidak lagi menindas umat Islam.

Untuk mempersenjatai lengkap seribu orang itu, kata Ustad Jakfar, diperlukan dana setidaknya Rp10 miliar. Dana itu akan dihimpun dari umat Islam yang peduli terhadap nasib umat Islam Rohingya. "Saya yakin sampai Ramadhan Rp10 mliyar itu akan terkumpul," katanya mantap.

Rencana ini, lanjut Ustad Jakfar, disampaikan oleh FPI secara terang-terangan dan terbuka kepada umat Islam. Sebab jika dilakukan tertutup justru akan dimanfaatkan Densus 88 untuk menterorisasi umat. "Jangan sampai dimanfaatkan oleh Densus 88. Kita dipojokin lagi," katanya.

Supaya tidak dianggap melanggar hukum Indonesia, rencananya semua peralatan jihad akan dibeli di luar Indonesia. "Tujuannya suapaya mereka (Myanmar) gentar, kalau kita betul-betul menekan. Sebab kalau tak ada AS, siapa sih Myanmar?," pungkasnya.

Sumber : Muslimina

Sam Aliano : "Cincin Saya Ini Harganya Rp 600 Juta, Saya Tidak Terima Rp 500 Ribu. Itu Menghina Sekali"


PERAWANGPOS -- Sam Aliano, salah seorang yang mengaku ikut dalam aksi unjuk rasa damai 4 November 2016 lalu, merasa tersinggung atas ucapan Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang mengatakan bahwa peserta aksi mendapat banyaran Rp500 ribu.

Sam mengatakan, telah melihat berita Ahok yang dimuat laman portal berita asing ABC News yang mengatakan kalau massa unjuk rasa damai 4 November 2016 dibayar Rp500 ribu. Karena merasa difitnah atas ucapan Ahok di media asing itu, Sam pun melaporkan Ahok ke Bareskrim Mabes Polri.

"Saya sumbangkan ke orang-orang demo, infaq makanan. Saya tidak terima Rp500 ribu, ini menghina kita semua," kata Sam di Kantor Bareskrim Mabes Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Senin, 21 November 2016.

Sam yang mengaku sebagai Ketua Pengusaha Indonesia Muda itu menyebut, pernyataan Ahok dalam wawancara dengan media asing itu sangat memalukan. Dirinya merasa terhina atas pernyataan Ahok itu, karena ia yang mengikuti demo tersebut sama sekali tidak mendapatkan bayaran.

"Kita tidak demo bayaran, maaf yah, cincin saya ini Rp600 juta, bukan saya dapat Rp500 ribu," katanya seperti dilansir VIVAnews.

Tudingan Ahok yang dimuat media asing ABC News menuai banyak kecaman. Beberapa pihak sudah melaporkan Ahok ke polisi atas ulahnya ini.

Sumber : Muslimina

Sunday, November 20, 2016

Driver Grab Akui Penurunan Order Karena Twit Dukung Ahok


PERAWANGPOS -- Beberapa pengemudi Grab Bike mengakui ada penurunan pesanan penumpang akibat cuitan di akun Twitter Grab Indonesia yang berisi klaim dukungan kepada cagub kontroversial Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Bayu, pengemudi Grab di kawasan Stasiun Manggarai, mengatakan bahwa ada keluhan dari pengemudi kepada pihak manajemen terkait tweet bermasalah tersebut. Akibat cuitan itu, kata dia, beberapa pengemudi Grab di grup Whatsapp sempat menyebut ada penurunan order dibandingkan biasanya.

“Beberapa yang sempat turun itu di wilayah Klender, Cipinang, Pondok Kopi di Jakarta Timur. Tapi sekarang Alhamdulillah udah normal bang,” kata dia kepada Republika, Ahad (20/11).

Bayu mengakui bahwa insiden cuitan Twitter,yang sempat ramai di media sosial kemarin, cukup membuat khawatir para pengemudi.

“Karena kan banyak (pengguna) yang bilang mau ngehapus applikasi Grab. Kita sih sebagai driver, kalau bisa jangan lah. Kita juga orang kecil, sama cari makan,” ujarnya.

Hal yang sama disampaikan Ronny, koordinator pengemudi Grab di Stasiun Manggarai. Ia mengaku sempat khawatir terkait adanya ajakan tidak menggunakan Grab itu, walaupun suara itu menurutnya lebih ramai di media sosial daripada di lapangan.

“Beruntung pihak manajemen bersikap cepat, meminta maaf. Jadi kita juga yakin manajemen tidak mungkin sengaja melakukan hal itu, karena ini sensitif,” kata dia.

Sedangkan Pengemudi Grab lain, Djoko meminta manajemen mengambil sikap tegas agar kasus tweet semacam itu tidak kembali terulang.

“Kita banyak dapat komplain dari penumpang, padahal kita tidak tahu apa-apa soal itu,” ujar dia.

Sumber : antiliberal

Dilarang Azan Oleh Israel, Warga Yerusalem Serentak Melawan Dengan mengumandangkan Azan Di Atap Rumah Mereka

PERAWANGPOS -- Menanggapi rencana pemerintah "Israel" untuk melarang adzan di Yerusalem, penduduk Yerusalem naik ke atap rumah mereka dan mengumandangkan azan bersama-sama, sebagaimana dilansir MEMO, Jum'at (18/11/2016).

Dalam rekaman video yang beredar di media sosial, warga dapat dengan jelas mendengar adzan yang dilantunkan warga dari atap rumah mereka sebagai protes terhadap peraturan yang melarang adzan di Yerusalem.

Gereja-gereja di Nazareth menunjukkan solidaritas dengan menyiarkan adzan dalam menanggapi upaya untuk melarang adzan yang disiarkan dari Masjid Al-Aqsa.

Selama dua minggu terakhir, "Israel" telah berupaya untuk melarang adzan.

Perdana Menteri "Israel" Benjamin Netanyahu yang telah mendukung RUU untuk melarang adzan, mengatakan: "Israel adalah negara yang menghormati kebebasan beribadah bagi semua orang beragama dan berkomitmen untuk melindungi orang-orang yang menderita akibat kebisingan yang disebabkan oleh pengeras suara."

Menentang tindakan Knesset "Israel", anggota Arab di Knesset "Israel" Ahmad El-Tibi dan Talab Abu Arar mengumandangkan adzan di parlemen "Israel"

Sumber : Arrahmah

Saturday, November 19, 2016

Dijanjikan Konser Iwan Fals Dan Slank, Ternyata Cuma Muter-muter Doang

PERAWANGPOS -- Putra kecewa. Niatnya menonton konser Iwan Fals dan Slank tak tercapai. Ia malah menonton tari-tarian dan musik daerah. Kenapa? Rupanya konser tersebut itu hanyalah janji palsu yang diterimanya.

“Saya dijanjikan nonton OI dan Slank tapi adanya cuma begitu. Cuma muter-muter aja,” ujar pria 24 tahun ini di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Sabtu (19/11/2016).

Muter-muter yang dimaksud adalah kegiatanlong march yang dilakukan sebagian peserta Parade Bhinneka Tunggal Ika. Parade ini berlangsung di kawasan Patung Kuda.

Mereka long march dari kawasan Patung Kuda ke kawasan Gambir dan sekitarnya, lalu balik ke titik semula. Sebagian peserta lainnya hanya bersantai di sekitar Patung Kuda dan pelataran Monas.

Putra merupakan salah satu dari ratusan massa yang hadir (tepatnya “dihadirkan”) dalam acara itu. Pria bertindik ini mengaku sama sekali tidak tahu menahu perihal acara tersebut. Ia datang hanya ingin menonton konser yang dijanjikan itu.

“Kita merasa kecewa, datang jauh-jauh, ditunggu-tunggu enggak ada,” ungkap pria yang mengaku dipanggil Batak ini.

Ditipu Pakai Janji Istigasah

Putra tak sendirian, banyak peserta lain yang merasakan kekecewaan yang sama. Seorang ibu berbaju putih-putih tak sungkan untuk mengutarakan kekecewaannya. Nasib buruk dengan janji palsu oleh seorang yang disebut koordinator tak bisa dielaknya.

“Saya mendadak dapat informasinya, iming-imingnya istigasah dan harus memakai baju putih semua. Pagi-pagi itu menyiapkannya,” tutur wanita ini tanpa menyebutkan namanya.

Ia pun tak menyangka kalau ternyata acara yang didapatinya di kawasan Patung Kuda berbeda jauh dengan kegiatan istigasah yang dikenal di kalangan umat Islam selama ini.

“Pil pahit” serupa ditelan sekelompok wanita anggota pengajian dari Tanjung Priok, Jakarta Utara. Mereka juga dikecewakan karena merasa dibohongi pakai janji-janji palsu.

Ita, 45 tahun, yang mewakili kelompok pengajian tersebut, mengaku, oleh seseorang diijanjikan untuk ikut istigasah di Gelora Bung Karno, Senayan.

Namun, janji sekadar janji. Kelompok pengajian itu diturunkan di Kawasan Patung Kuda, Sabtu (19/11/2016) itu.

“Tadi kita dibilanginnya istigasah, jadi kita pada mau ngikut. Ternyata nyampe sini, mana istigasahnya?” ujar Ita merasa tertipu.


Mau tak mau, ia bersama kelompok pengajiannya hanya berdiam diri di jalanan Monas. Bukan istigasah yang ia dapatkan, tapi lantunan lagu dan musik-musik yang menyasar ke telinganya.

Acara parade itu disebut-sebut oleh sejumlah kalangan sebagai kegiatan tandingan Aksi Bela Islam II (Aksi Damai 411). Namun, berdasarkan pengamatan wartawan, secara jumlah massa saja, parade itu sangat jauh berbeda dengan aksi 4 November.

Bahkan, seperti yang diungkapkan dalam kesaksian di atas, parade itu banyak diikuti oleh orang-orang yang justru tak paham akan muatan parade. Demikian dilansir kantor berita Islam asosiasi JITU, Islamic News Agency (INA).* M. Fajar/INA

Survey LSI : Pendukung Non Muslim Batalkan Dukungan Ke Ahok

PERAWANGPOS -- Lingkaran Survei Indonesia (LSI) pimpinan Denny JA merilis hasil surveinya, Jumat (18/11/2016).

Berdasarkan survei LSI, pemilih Muslim dan non-Muslim sama-sama meninggalkan dukungannya terhadap pasangan petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat. Hal itu terjadi setelah Ahok ditetapkan sebagai tersangka kasus penistaan agama.

“Selisih perbedaannya juga cukup signifikan, yang Muslim 11,40 persen dan yang non-Muslim 33,10 persen,” tutur Peneliti LSI, Ardian Sopa dalam konferensi pers di kantor LSI, Rawamangun, Jakarta Pusat.

Ardian menjelaskan, sebelum Ahok ditetapkan menjadi tersangka, dukungan Muslim terhadap Ahok yakni 18,80 persen dari sampel responden Muslim 90,90 persen. Kemudian, setelah Ahok ditetapkan sebagai tersangka, dukungan dari Muslim menjadi 7,40 persen. Artinya, ada sebanyak 11,40 persen yang mencabut dukungan dari Ahok setelah ditetapkan sebagai tersangka.

Sementara, dukungan non-Muslim terhadap Ahok sebelum tersangka yaitu 80,00 persen dari total sampel responden non-Muslim 9,10 persen. Setelah ada penetapan tersangka, sebanyak 33,10 persen responden non-Muslim mencabut dukungannya dari Ahok-Djarot sehingga dukungan dari non-Muslim tersisa 46,90 persen.

Survei LSI tersebut dilakukan dari 31 Oktober sampai 5 November yang artinya sebelum ada penetapan Ahok sebagai tersangka. Namun, salah satu pertanyaan yang diberikan kepada responden, yakni:

‘Jika Ahok tersangka, seandainya pemilihan langsung gubernur dan wakil gubernur Provinsi DKI Jakarta dilaksanakan pada hari ini, siapa pasangan gubernur dan wakil gubernur provinsi DKI Jakarta yang akan ibu/bapak pilih?’.

Survei dilakukan secara tatap muka langsung terhadap 440 responden. Responden dipilih dengan menggunakan metode multistage random sampling. Margin of error survei ini plus minus 4,8 persen. Survei dibiayai dengan dana sendiri dan dilengkapi dengan kualitatif riset.

Sumber : TeropongSenayan

Trump Menang, Muslimah AS Takut Kenakan Jilbab

PERAWANGPOS -- Seorang wanita Muslim menilai jalan-jalan di Amerika Serikat tidak lagi aman baginya yang mengenakan jilbab, terutama setelah Donald Trump terpilih sebagai presiden melalui pilpres pekan lalu. Menurutnya, retorika yang diluncurkan selama masa kampanye telah menebarkan ketakutan dan kebencian bagi umat Muslim di negara itu. 

Alaa Basatneh, seorang penulis seputar isul keadilan sosial untuk situs media berita dan budaya, Fusion , tinggal di Miami dan telah mengenakan jilbab selama 12 tahun terakhir. Namun, ia memutuskan untuk menanggalkan jilbabnya dan mengenakan topi ketika ia keluar rumah pada Rabu (17/11), sepekan setelah Trump mendulang mayoritas suara pemilih dalam pilpres. 

"Tidak lagi aman untuk berjalan di daerah ini dengan mengenakan jilbab," katanya.

Basatneh kemudian menceritakan pengalaman pahitnya mendapat perlakuan dikriminatif dari sesama warga AS. Ketika tengah menunggu di ruang tunggu sebuah rumah sakit, seorang pria kulit putih yang lebih tua dan duduk di dekatnya mengeluarkan pisau saku dan meletakkannya di kursi kosong di antara mereka. 

"Saya merasa terancam. Saya kaget. Dan saya seperti sedang menunggu untuk ditusuk hanya karena saya mengenakan jilbab," tuturnya. 

Basatneh mengatakan bahwa ketika pria itu berdiri dari tempat duduknya, ia berkata "deportasi saja mereka semua" sambil berjalan melewatinya. Lebih buruk lagi, tidak ada satupun warga lainnya di ruangan itu yang bereaksi atas ujaran kebencian yang dilontarkan pria itu. 

"Ada sekitar 20 orang di ruangan itu. Dan semua orang hanya lanjut berbicang saja, seolah tak ada yang terjadi," katanya. 

Ia menilai ujaran kebencian yang diluncurkan pria itu maupun ketakutannya tumbuh dari sejumlah retorika Trump yang dinilai anti-Muslim. Pasalnya, konglomerat asal New York itu kerap menyerukan pelarangan masuk AS bagi seluruh umat Muslim, dengan dalih mencegah penyusupan teroris. 

Belakangan, ia menyerukan tes ideologi yang ketat bagi warga Muslim yang ingin menginjakkan kaki di Negeri Paman Sam itu. 

"[Trump] benar-benar membuka luka besar dalam komunitas Muslim. Dan bagi saya, secara pribadi, saya pikir dia perlu meminta maaf atas apa yang dia katakan. Dan... meyakinkan komunitas Muslim bahwa kita akan aman," tutur Basatneh. 

Basatneh mengaku kerap kali menerima perlakuan diskriminatif maupun ujaran kebencian sebelumnya, tapi tak pernah melibatkan senjata. Ia pun punya saran bagi warga Amerika terhadap tetangga mereka yang Muslim. 

"Kenali tetangga Muslim Anda. Kenali lebih jauh tentang Islam ... kalian akan tahu bahwa kami mengulurkan tangan dan terbuka," ujarnya. 

Dalam wawancara dengan CNN yang ditayangkan pada Minggu (13/11), Trump meminta pendukungnya untuk menghentikan aksi diskriminatif dan melecehkan kaum minoritas. Meski demikian, sejumlah kasus Islamofobia dan xenofobia muncul selama sepekan terakhir. 

Kasus yang menyiratkan sentimen Islamofobia muncul di New York University (NYU) Tandon School of Engineering pada Kamis (10/11) lalu. Menurut otoritas kampus, sejumlah siswa menemukan nama presiden AS terpilih itu tertulis di depan pintu ruang ibadah bagi umat Islam di gedung kampus mereka. 

Kasus lainnya terlihat dari grafiti berbau rasisme di salah satu dinding kamar mandi di gedung sekolah Minnesota High School. Tulisan yang terpampang di pintu kamar mandi sekolah itu bertuliskan "hanya untuk kulit putih", "Amerika kulit putih", dan "Trump". 

Sumber : CNN

Wednesday, November 16, 2016

Impor Sisa Makanan Indonesia Capai Rp 27 Trilyun

PERAWANGPOS, YOGYAKARTA -- Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, kinerja impor ampas atau sisa industri makanan periode Januari-Oktober 2016 mencapai 2.065,9 juta dolar AS atau setara dengan Rp 27,48 triliun (kurs Rp 13.300 per dolar AS).

"Memang besar sekali impor ampas atau sisa industri makanan di Indonesia," kata Kepala BPS Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Bambang Kristianto saat dihubungi dari Yogyakarta, Selasa (15/11).

Ia mengatakan impor ampas/sisa industri makanan itu khususnya ampas atau sisa dari industri makanan dari luar negeri yang akan digunakan sebagai pakan ternak di Indonesia. Padahal, kata Bambang, potensi penyediaan pakan ternak bisa dilakukan masyarakat Indonesia sendiri, tanpa harus melakukan impor.

Menurut dia meski data BPS mencatat terjadi penurunan impor ampas/sisa industri makanan ke Indonesia periode Januari-Oktober 2016 dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, sebesar 2,302 juta dolar AS, namun angka impor untuk golongan barang ampas/sisa industri makanan, cukup mengkhawatirkan bahwa masyarakat dianggap tidak mampu memproduksi bahan untuk pakan ternak.

Ia menyebutkan lima golongan barang yang berperan terhadap total impor nonmigas periode Januari-Oktober 2016. Pertama, golongan barang mesin dan peralatan listrik sebesar 13,02 persen. Kedua, plastik dan barang dari plastik sebesar 6,09 persen.

Ketiga, besi dan baja 5,25 persen; keempat, serealia sebesar 2,90 persen; dan kelima, ampas/sisa industri makanan sebesar 2,18 persen. Sementara, kata dia, kontribusi terendah untuk kinerja impor Oktober berasal dari barang perhiasan/permata sebesar 0,40 persen.

Sumber : Antara

Warga Pinang Sebatang Barat Ini, Harumkan Nama Siak Sampai Ke Tinggat PBB

PERAWANGPOS, TUALANG - Seorang petani dari Provinsi Riau bernama Suryono, menjadi salah satu pembicara pada Konferensi Tingkat Tinggi PBB Perubahan Iklim di Maroko. Pengalaman Suryono merubah nasib dari praktik pertanian yang mendegradasi lingkungan, menuju ke pengelolaan lahan hutan berkelanjutan.

"Perasaan saya sangat bangga karena petani kecil seperti saya, bisa didengar di luar negeri. Semoga apa yang saya lakukan bisa jadi contoh orang lain," ujar Suryono seperti dilansir antara sebagaimana dikutip potretnews.com dari merdeka.com, Selasa (8/11/2016).

BERITA TERKAIT:

. Menakjubkan! Seorang Petani Asal Kampung Pinangsebatang Barat Kabupaten Siak Jadi Pembicara Konferensi Tingkat Tinggi PBB Perubahan Iklim di Maroko

Suryono dinilai menjadi contoh petani yang berhasi melakukan mitigasi perubahan iklim dengan bertani holtikultura, menjadi informan titik api, dan turut andil menjaga lingkungan serta mencegah tejadinya kebakaran lahan dan hutan.

Perjalanan hidupnya beralih dari petani kelapa sawit menjadi menanam holtikultura. Dari kampung halamannya di Medan, ia merantau ke Dusun Sukajaya Kampung Pinang Sebatang Barat, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, pada tahun 2000 hingga sekarang.

Pekerjaan awalnya sejak tahun 2000 adalah bercocok tanam kelapa sawit di Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak pada 2007. Suryono pada 2013 menyadari bertani hortikultura lebih menguntungkan ketimbang sawit. Dia mengambil keputusan nekat dengan menumbangkan seluruh tanaman sawit di kebun dua hektar miliknya, dan menggantinya dengan tanaman hortikultura.

Beberapa jenis sayuran yang mulai ditanam Suryono antara lain kangkung, bayam, cabai, melon, semangka, kacang panjang, timun, pepaya, dan jagung. Banyak orang menduga dirinya sudah gila karena dalam benak masyarakat setempat, menanam sayuran tidak menguntungkan.

Dia mengakui awalnya memang tidak mudah ketika masuk ke pasar tradisional, karena harus berhadapan dengan para tengkulak, yang sudah lama beroperasi untuk memasok komoditas tersebut dari Kota Pekanbaru.

Namun, kerja keras Suryono mulai membuahkan hasil setelah berjualan sekitar satu tahun, sehingga banyak petani yang mulai mengikuti langkahnya untuk menanam sayuran dan menjualnya langsung ke pasar.

Ketika menjadi petani sawit dengan lahan dua hektar, Suryono mampu meraih penghasilan maksimal sekitar Rp 2 juta hingga 3 juta per bulan. Namun, kini dengan mengolah lahan setengah hektar untuk ditanami sayuran, dia berhasil meraup penghasilan sekitar Rp 15 juta per bulan.

"Bercocok tanam sayur mayur, dan buah buahan bagi saya menyenangkan, selain menjaga kelestarian lingkungan juga mensejahterakan kehidupan saya," jelasnya.

Suryono mengatakan dirinya juga aktif dalam kegiatan Progam Desa Makmur Peduli Api (DMPA) di daerahnya. Tujuan DMPA adalah praktik pertanian yang berjalan beriringan dengan konservasi lingkungan, meliputi hutan alam dan Hutan Tanaman Industri (HTI), termasuk pencegahan kebakaran hutan melalui peran aktif komunitas lokal.

Peran Suryono akhirnya diakui oleh Pemerintah Kabupaten Siak melalui penghargaan Adikarya Pangan Nusantara 2015, dan Petani Terbaik Siak Bidang Hortikultura 2016.

"Saya memang petani kecil di Riau, tapi perubahan yang terjadi dalam hidup saya amatlah besar," ujar Suryono.

Sumber: merdeka.com

Tuesday, November 15, 2016

Pengurus IAKMI Periode 2016/2019 Dilantik Oleh Bupati Siak

PERAWANGPOS, SIAK-Pengurus Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Kabupaten Siak telah Dilantik dan dikukuhkan. IAKMI Kabupaten Siak periode 2016-2019 tersebut dilantik dan dikukuhkan oleh ketua IAKMI Provinsi Riau Zainal Abidin yang di hadiri oleh Bupati Siak Syamsuar dan pejabat terkait lainnya bertempat di Gedung Tengku MahRatu (GTMR), Selasa (15/11/16)
Usai pelantikan dan pengukuhan IAKMI dilanjutkan dengan acara Seminar Nasional Kesehatan dengan tema "Peningkatan Kompetensi Tenaga Kesehatan Dalam Menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean" dengan menghadirkan tiga orang narasumber dari Kementrian Kesehatan dr. Sri Idayani Pakar Kesehatan Masyarakat Indonesia dr. Adang Bachtiar, dan Sekretaris Jendral IAKMI Dr. Noprialdi.

"Setelah melihat kebolehan dari berbagai kota yang ada di Indonesia yang telah menerapkan Program Mewujudkan Kota Sehat, kami juga sangat ingin dan berminat untuk melaksanakan program ini" ungkap Syamsuar di awal sambutannya.

Dijelaskannya bahwa Indikator keberhasilan dalam melaksanakan Program kesehatan tersebut yakni tentunya dengan berkurangnya jumlah orang yang sakit namun jika bertambah banyak orang yang sakit akan menjadi pertanyaan bagi masyarakat lainnya apa yang menyebabkan hal tersebut terjadi.

Selain itu juga pentingnya diadakan penyuluhan," kita selalu lemah dalam hal penyuluhan, Akan tetapi penyuluhan pada masyarakat itu harus sebanding, seperti halnya penyuluhan di bidang kesehatan. kalau soal bagaimana kita menanggapi, melayani warga kita dari puskesmas ke Rumah Sakit tentunya kita sudah siap melaksanakannya.

Dengan adanya Kepengurusan IAKMI ini bupati berharap anggota yang tergabung dalam organisasi berperan aktif dalam mengembangkan organisasi, dan mendapatkan ilmu pengetahuan dan wawasan dari narasumber yang memang sudah terpilih pembicara dalam seminar nantinya.

Terkait dengan kesiapan kita menghadapi MEA Kita harus mengubah mindset dan pelayanan. "kita harus mencontoh pada melaka."Kita ini harus mengubah mindset kita, kita harus bisa menjadi pelayan betul-betul menjadi pelayan masyarakat, bercontoh kepada Malaka orang-orang banyak berobat ke Malaka karena pelayanan mereka sangat baik. Bukan tidak mungkin kita tidak bisa seperti mereka" pungkasnya.

Sementara itu Zainal Abidin mengatakan bahwa lengkap sudah organisasi kesehatan yang ada di Kabupaten Siak dengan telah dilantiknya organisasi IAKMI ini.

"Kami petugas kesehatan masyarakat ini bekerja dari Desa, Kabupaten, Provinsi hingga ke pusat. Di desa kami bisa membantu revitalisasi posyandu, sanitasi berbasis masyarakat, penyuluhan kesehatan dan promosi kesehatan hidup sehat" ujarnya./hms

Ahok Jadi Tersangka Kasus Penistaan Agama

PERAWANGPOS -- Penyidik Badan Reserse Kriminal Polri menaikkan status kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki 'Ahok' Tjahaja Purnama ke tahap penyidikan.

"Dengan menetapkan saudara Basuki Tjahaja Purnama sebagai tersangka," kata Kepala Bareskrim Komisaris Jenderal Ari Dono Sukmanto dalam konferensi pers hasil gelar perkara di Markas Besar Polri, Jakarta, Rabu (16/11).

Ari juga mengatakan meskipun tidak bulat, keputusan ini diambil melibatkan 27 penyelidik. 

Artinya, penyidik sudah menemukan bukti permulaan yang cukup bahwa telah terjadi pelanggaran pidana. Dengan masuknya kasus ke tahap penyidikan polisi sudah bisa menetapkan tersangka, jika mendapatkan dua alat bukti yang cukup.

Menurut Ari Dono, penyelidikan bermula dari ucapan Ahok yang menyebutkan Surat Al Maidah 51 di Kepulauan Seribu, Jakarta Utara.  Atas ucapan Ahok ini, polri telah menerima 14 laporan polisi mulai 6, 7, 9 sampai dengan 12 Oktober 2016 dengan laporan dugaan penistaan agama yang dilakukan Ahok. 

“Polri telah melakukan berbagai langkah, menerima laporan polisi dan barang bukti,” kata Ari. 

Menurut Ari, sejak menerima laporan, polri telah melakukan beberapa langkah seperti memeriksa video di laboratorium dan menyimpulkan video itu asli tidak ada edit. 

Polisi memeriksa 39 orang saksi ahli untuk mendapatkan keterangan. Di antaranya ahli hukum pidana, bahasa Indonesia, agama, psikologi, antropologi dan legal drafting. 

“Kemudian dilaksanakan gelar perkara pada Selasa,” katanya. 

Bareskrim Selasa kemarin melangsungkan gelar perkara kasus Ahok, di Ruang Rapat Utama Mabes Polri. Gelar perkara yang berlangsung lebih dari 10 jam, mulai pukul 09.30 WIB hingga 20.00 WIB. 

Proses gelar perkara menghadirkan 18 saksi ahli dari pihak kepolisian, pelapor, dan terlapor. Tampak hadir di antaranya Ketua Front Pembela Islam Rizieq Shihab, mantan pelaksana tugas Wakil Ketua Komisi Pemberantas Korupsi Indrianto Seno Adji, dan juga berbagai para saksi ahli, Kejaksaan, Komisi Kepolisian Nasional, Ombudsman RI dan anggota Komisi III DPR.

Ahok selaku terlapor tak hadir dalam gelar perkara tersebut. Ia lebih memilih mendengarkan keluhan warga di posko pemenangannya.

Gelar perkara atas kasus dugaan penistaan agama ini menjadi sejarah baru dalam penegakan hukum di Indonesia. Sejarah baru itu bukan saja karena memeriksa petahana yang sedang berusaha mempertahankan posisinya lewat keikutsertaan di Pilkada 2017. Namun juga karena sifat terbuka dan pihak-pihak terlibat mengikuti gelar perkara.

Permasalahan ini juga sempat memancing dua kali demonstrasi besar-besaran. Terakhir, 4 November lalu, ribuan orang dari seluruh Indonesia memenuhi area sekitar istana negara untuk menuntut Ahok segera diproses hukum.

Demonstrasi ini berujung ricuh dan mengakibatkan polemik lain. Presiden Joko Widodo menyebut aksi besar-besaran tersebut ditunggangi oleh "aktor politik."

Sumber : CNN

Akhirnya Ahok Jadi Tersangka

PERAWANGPOS, JAKARTA - Badan Reserse dan Kriminal Markas Besar Kepolisian RI memutuskan untuk meningkatkan kasus dugaan penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ke tingkat penyidikan. Ahok ditetapkan sebagai tersangka dan surat perintah penyidikan diterbitkan sekarang juga.

"Akan diterbitkan surat penyelidikan dan diteruskan ke jaksa penuntut umum," kata Kabareskirim Komisaris Jenderal Ari Dono Sukmanto di ruang rapat utama Mabes Polri, jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (16/11/2016).

Keputusan menetapkan Ahok sebagai tersangkan diambil setelah pada Selasa kemarin dilakukan gelar perkara di Mabes Polri. Gelar perkara dilakukan dengan menghadirkan pelapor, saksi ahli dari terlapor dan pelapor maupun penyidik.

Ari Dono mengatakan terjadi perdebatan di antara saksi ahli. Namun perbedaan itu didominasi oleh yang setuju perkara ini dilanjutkan ke tingkat penyidikan.

"Dicapai kesepakatan meski tidak bulat, didominasi yang menyatakan perkara ini akan dilanjutkan proses penyidikan," kata Ari Dono.

Sumber: detik.com

Hari ini ada 16 Titik Rezia Operasi Zebra Siak 2016

PERAWANGPOS -Melaksanakan Operasi Zebra Siak 2016, Kepolisian Resor Kota (Polresta) Pekanbaru mengerahkan puluhan personel gabungan.

Dari 90 personel dalam Operasi Zebra Siak 2016, merupakan gabungan dari personel Satlantas, Sabhara, Reserse, Intelkam, Satpol PP, Dishub dan Jasaraharja. Dengan sasaran pelanggaran hukum dalam berlalulintas.

Wakapolresta Pekanbaru, AKBP Ady Wibowo mengatakan, tujuan Operai Zebra ini untuk meningkatkan disiplin bagi pengendara kendaraan bermotor. Agar mengurangi angka kecelakaan dan pelanggaran lalulintas.

Diharapkan, operasi ini dapat menurunkan angka korban kecelakaan, serta meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada Polri guna mewujudkan Kamseltibcar Lantas.

Kasat Lantas Polresta Pekanbaru, Kompol Budi Setiawan mengatakan, dalam Operasi Zebra Siak 2016 ada 16 titik razia, diantaranya, jalan Sudirman, Soekrano Hatta, HR Soebrantas dan lainnya.

Sumber: GoRiau.com


Ahok, Jokowi dan Logika Mie Instan

Oleh Edward Marthens,

Pekerja sosial tinggal di Jakarta

PERAWANGPOS -- Anda (pasti) pernah memasak mi instan, kan? Baik, saya ingatkan kembali tahapannya. Nyalakan kompor, ambil panci kecil lalu isi air secukupnya. Letakkan panci di atas kompor yang menyala. Tunggu sebentar. Setelah mendidih, pecahkan telur dan masukkan ke dalamnya. Tunggu sebentar lagi. Setelah itu, masukkan mi instan yang telah disiapkan. Sambil menunggu matang, segera siapkan bumbu-bumbu yang biasanya sudah disediakan dalam kemasan mi instan tersebut ke piring. Kalau anda suka, masukkan juga sayuran ke dalam panci. Tunggu barang 1-2 menit lagi. Setelah itu, pindahkan mi instan dan telur yang sudah matang itu ke piring. Tambahkan saus, sambal dan lainnya sesuai selera. Selamat menikmati...

Oya, sekadar mengingatkan saja. Seluruh proses sejak memasak air hingga menuangkan mi instan dan telur ke piring hanya memerlukan waktu 3-5 menit. Jangan sampai lebih. Sebab, panci akan luber oleh air campur mi instan dan telur. Jangankan sampai lewat 5 menit, saat menyajikan bumbu-bumbu ke atas piring pun, kadang-kadang kita harus mengecilkan api kompor. Tujuannya, ya itu tadi, agar tidak meluber.

Buat anda yang pemula, ini tips dari saya kalau sampai kejadian juga luber. Pertama, langsung matikan kompor. Setelah itu, tunggu air di panci turun permukaannya. Barulah pindahkan mi dan teman-temannya tadi ke piring. Tambahkan bumbu-bumbu sesuai selerea, aduk, dan nikmati.

Mematikan kompor tepat waktu ini amat penting. Bukan cuma untuk mengatasi kalau panci luber, tapi yang lebih utama; untuk mencegah agar panci tidak luber.

Jangan coba-coba sibuk membersihkan panci yang kotor saat isinya luber. Anda juga tidak perlu repot-repot membersihkan kompor yang kena luberan itu. Tidak usah juga ribet membersihkan meja kompor dan lantai yang kotor karena luberannya tidak terkendali. Semua itu bisa dicegah sejak awal, kalau Anda tidak terlambat mematikan kompor. Ctek! Sesederhana itu!

Sayangnya, logika dan tahapan sederhana itu tidak dilakukan Joko Widodo. Presiden Republik Indonesia ini justru sibuk pontang-panting menemui Prabowo di kediaman. Dia juga bertandang ke Nahdatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah. Dia bahkan mengundang sejumlah ulama dari berbagai pimpinan Ormas Islam. Pada hari berikutnya, rombongan ulama Banten juga dihadirkan ke Istana.

Seperti tidak cukup, Presiden RI yang diklaim Megawati sebagai Petugas Partai ini melakukan serangkaian roadshow. Datang ke markas pasukan Kopasus, Brimob, Marinir, dan Paskhas. Bahkan di markas pasukan elit Angkatan Darat Kopasus, Presiden bertubuh kerempeng itu dengan gagah mengatakan, bisa menggerakkan kekuatan (Kopasus) jika diperlukan. Bukan main!

Entah berapa anggaran yang dihabiskan untuk acara wira-wiri ini. Pastinya, negara harus mengongkosi biaya transportasi Presiden dengan rombongannya, membeli bahan bakar iring-iringan mobil yang ada, menyiapkan penyambutan di tempat-tempat yang dikunjungi. Entah, berapa miliar rupiah semuanya. Silakan tanya kepada Pratikno yang Mensesneg atau Pramono Anung, Mensekab. Mungkin mereka tahu.

Lucunya, Presiden sibuk pontang-panting ke sana kemari. Padahal, waktu sekitar 2,3 juta ummat Islam mendatangi Istana, dia justru ngacir. Katanya meninjau proyek rel kereta di Soekarno Hatta, Tangerang, Banten. Memangnya proyek itu puentiiiing buangetttt ya, sampai-sampai jutaan rakyat yang ingin bertemu pun ditinggalkan?

Jokowi ternyata tidak kunjung balik ke Istana. Padahal, massa aksi menuggu sampai lewat maghrib. Lucunya lagi, dia beralasan tidak bisa sampai Istana karena akses jalan terhambat massa aksi. Numpang tanya, Presiden lagi bicara sama anak peserta Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), ya? Kalau mau bohong, ya mbok kira-kira yang rada cerdas dikit, dong, pak Presiden...

Tapi, puncak lucunya adalah, Jokowi justru tidak mengagendakan bertemu dengan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI. Padahal, sejak awal diketahui GNPF inilah yang menjadi 'penyelenggara' aksi yang dikenal dengan sebutan 411 tersebut. Dia malah sibuk bermanuver ke sana-sini. Dan ironisnya, segala polah itu bisa disebut nyaris sia-sia belaka!

Ketika publik mempertanyakan akrobatnya yang menghebohkan itu, Jokowi menjawab, untuk memastikan semua kekuatan TNI dan polisi tetap loyal. Pertanyaan berikutnya, loyal kepada siapa? Kepada negara, yes! Harus! Tapi, itu tidak serta-merta berarti harus loyal kepada pemerintah. Beda, lho, antara negara dan pemerintah! Mosok soal seperti ini saja harus dijelaskan, sih?

Di tengah kesibukan mondar-mandir itu, jagad dunia maya dijejali meme yang antara lain berbunyi; yang menista al Qura adalah Ahok, yang menghina ulama adalah Ahok, yang dilaporkan ke polisi adalah Ahok, tapi yang sibuk mondar-mandir kesana kemari kok Presiden? Pak Jokowi Sehat? lengkap dengan gambar dokter dan Jokowi yang memegang dahi...

Kembali soal memasak mi instan di awal tulisan ini. Kalau saja Jokowi mau menggunakan logika mi instan tadi, maka dia tidak perlu repot-repot luar biasa seperti itu. Pokok persoalan adalah Basuki Tjahaja Purnama yang menista al Quran. Jokowi tinggal memerintahkan aparat hukum untuk menangkap Ahok dan memroses dengan cepat dan transparan. Ibarat mematikan kompor, ctek! Selesai!

Seharusnya Jokowi tidak berlama-lama mendiamkan masalah ini. Seharusnya, Jokowi tidak bersikukuh membela dan melindungi gubernur bermulut isi toilet itu. Seharusnya Jokowi menegur Polisi yang bertele-tele menyelesaikannya. Seharusnya, Presiden menindak Kapolri Tito yang tiba-tiba sibuk berperan sebagai pengacara gubernur penghobi menggusur rakyatnya dengan brutal. Seharusnya... seharusnya... seharusnya...

Ah, seharusnya Jokowi bisa dengan mudah mengatasi masalah ini. Seharusnya, Jokowi langsung mematikan kompor. Seharusnya dia tidak menunda-nunda bahkan sibuk membersihkan panci, mengelap kompor, membersihkan meja kompor, dan mengepel lantai yang kotor karena luberan isi panci.

Pak Presiden, jika Anda tidak kunjung mematikan kompor; maka bukan cuma panci, kompor, meja kompor, dan lantai yang akan kotor, lho. Tapi, bisa juga terjadi kebakaran. Waspadalah, waspadalah, waspadalah...! (*)

Jakarta 15 November 2016

Edward Marthens,

Kesal Selalu Ditolak Warga, Timses Ahok Salahkan KPU DKI


Warga Tebet, Jakarta Selatan menolak kedatangan Ahok

PERAWANGPOS -- Tim sukses (timses) pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidajat berang. Hal tersebut, lantaran Ahok-Djarot kerap mendapatkan penolakan dari warga saat melakukan kampanye.

Yang teranyar, Selasa (15/11) Ahok diusir warga Ciracas, Jakarta Timur. Sementara pasangannya, Senin kemarin (14/11), Djarot juga kembali mendapatkan aksi penolakan warga di Pasar Baru, Jakarta Pusat.

Juru bicara timses Ahok-Djarot, Bestari Barus menuding, Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI gagal menjalankan fungsinya selaku penyelanggara pemilu. 

Padahal, kata dia, KPU DKI memiliki alokasi anggaran besar yang harus dimanfaatkan dengan baik. "Seharusnya penolakan tidak terjadi. Andai saja KPU kerjanya benar melakukan sosialisasi dengan baik," kata Bestari di Jakarta, Selasa (15/11/2016).

Semestinya, kata Bestari, anggaran hibah sebesar Rp 478 miliar dapat dimanfaatkan sosialisasi secara massif ke masyarakat. Jangan sampai partisipasi pemilih di Jakarta rendah akibat tidak maksimalnya kerja KPU dan Badan pengawas pemilu (Bawaslu) DKI. 

"Ada potensi cacat demokrasi di DKI ini. Sebab, KPU dan Bawaslu tak maksimal," tegas Bestari. 

‎Bahkan, menurut Ketua Badan pemenangan pemilu (Bawaslu) DKI itu, sampai saat ini kinerja KPU DKI dilihat hanya seremonial belaka. 

Misalnya, pendaftaran cagub-cawagub, penetapan pasangan, dan penetapan nomor urut. "Kalau hanya itu, berikan saja ke Event Organizer (EO). Makanya, KPU DKI harus perbaiki kinerjanya," tandas dia.

Seperti diketahui, Ahok saat ini terlibat kasus penistaan agama karena telah menghina Alquran dan ulama, selain itu ia juga kerap mengeluarkan kebijakan menggusur rakyat miskin. Itulah mengapa warga Jakarta tidak rela daerahnya dimasuki Ahok dan pasangannya.

Sumber : TeropongSenayan

Skor 4 : 1, Kubu Ahok Kocar kacir

PERAWANGPOS -- Jumlah total saksi ahli ada 39 orang. Terdiri dari ahli agama, pidana, IT dan bahasa. Lama gelar perkara dari jam 9 pagi sampe Magrib.

Laporan dari Habiburahman, tentang gelar perkara di Mabes Polri : 8 ahli yg dihadirkan Polri : 3 ahli agama (MUI, Muhamadiyah , PB NU) Mengatakan Ahok Menista Agama, 1 Ahli IT katakan benar Ahok pidato seperti itu, 2 Ahli Bahasa memihak Ahok, 1 Ahli Pidana Mebela Ahok, 1 Ahli pidana yg semula membela Ahok tiba2 meralat dan tidak lagi membela Ahok.

Menurut Neno Warisman, kita menang telak. Kubu Ahok kocar-kacir. Saksi ahli bahasa dari Ahok 1 orang bernama Umar Muslim (ateis). Dia bilang tidak ada penistaan. Saksi linguist dari Bareskrim ada 2 orang dan 2 orang lagi dari pihak pelapor. Jadi ada 5 orang saksi ahli bahasa. Ke 4 saksi ahli ini nyatakan Ahok menista. Jadi 4:1.

Sumber : Zeng Wei Jian

Mengkhawatirkan, Tanah Pemakaman Umum KM 11 Perawang Terkena Erosi Parah. Butuh Perhatian Pemerintah

PERAWANGPOS -- Tingginya curah hujan beberapa hari belakangan di di Perawang dan sekitarnya, menyebabkan TPU (Tempat Pemakaman Umum) Kelurahan Perawang yang berada di km 11 Perawang rusak karena erosi (pengikisan tanah). Tidak adanya saluran aliran air hujan, beberapa kuburan sudah runtuh akibat erosi tersebut.

Hal ini jelas-jelas mengkhawatirkan. Terutama pihak keluarga yang saudara mereka dimakamkan di TPU tersebut.

Pihak keluarga mengharapkan perhatian dan tindakan dari pemerintah agar TPU tersebut segera dibenahi dan erosi akibat hujan tidak menyebar ke makam yang lain.

Erosi terlihat sangat parah. Sampai makam ini terlihat hampir terbongkar 

Pengamat : "Ada Pembiaran, Ahok Seperti Dilindungi Untuk Terus Sebarkan Kebencian Kepada Rakyat Jakarta"

PERAWANGPOS -- Hampir di setiap kampanye di wilayah Jakarta, cagub petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ditolak warga. Tak hanya Ahok, pasangan Ahok, Djarot Saiful Hidayat juga ditolak warga Jakarta.

Aktivis politik Andi Arief menilai, Ahok ditolak warga karena Ahok kejam terhadap rakyat. Ahok juga sering berbicara kasar menebar kebencian. “Tindakan Ahok yang kejam terhadap rakyat ditambah ‘cangkemnya’ yang menebar berbagai kebencian menjadi penyebab kemarahan rakyat Jakarta,” tegas Andi Arief di akun Twitter ‏@AndiArief_AA.

Ironisnya, kata Andi Arief, saat ini ada kesan Ahok dibiarkan dan dilindungi untuk terus menebar kebencian dan permusuhan terhadap rakyat Jakarta. “Kesan yang ada justru Ahok dibiarkan dan dilindungi untuk terus menebar kebencian dan permusuhan terhadap rakyat jakarta. Ada pembiaran,” tulis @AndiArief_AA.

Diberitakan sebelumnya, pasangan nomor urut dua Ahok-Djarot menjadikan Balai Rakyat sebagai tempat menyalurkan aspirasi masyarakat. Mulai hari ini, Senin (14/11) Ahok-Djarot akan menemui warga dan pendukungnya di Balai Rakyat, Rumah Lembang, Jakarta Pusat setiap Senin-Jumat mulai pukul 08.00 hingga 10.00 WIB.

Dikatakan, salah satu alasan pendirian Balai Rakyat karena Ahok-Djarot sering mendapatkan penolakan saat melakukan blusukan kampanye.

Sumber : intelijen

Monday, November 14, 2016

Harga Ekspor Karet Mulai Naik ke USD1,6 per Kg

PERAWANGPOS – Setelah harga karet anjlok sekian lama, harga ekspor karet Standard Indonesian Rubber (SIR) 20 di pasar internasional terus bergerak naik dan sudah mencapai level USD1,6 per kilogram (kg).

Sekretaris Eksekutif Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo) Sumut Edy Irwansyah mengatakan, kenaikan harga karet ini dipicu oleh turunnya produksi di tiga negara penghasil komoditas tersebut. Penurunan hasil produksi ini karena terjadinya musim penghujan yang merusak getah karet. “Kita ketahui sekarang memasuki musim penghujan dan bukan hanya di Indonesia saja.

Malaysia dan juga Thailand yang merupakan negara penghasil karet juga memasuki musim hujan. Jadi, ini menyebabkan produksi melemah. Namun kondisi seperti ini membuat harga karet mengalami tren kenaikan,” kata Edy di Medan, Minggu (13/11). Dikatakan Edy, selain karena memasuki musim penghujan, kenaikan harga karet ini juga dipicu menguatnya nilai tukar mata uang Yen terhadap dolar AS. Nilai tukar mata uang ini sangat berpengaruh terhadap harga ekspor karet.

Menguatnya harga di pasar internasional otomatis menaikkan harga bahan baku di dalam negeri. “Jadi sekarang harga bahan olah karet (Bokar) di Sumut sudah mencapai sekitar Rp7.000 per kg. Harga naik sekitar Rp1.000 dari sebelumnya di level Rp6.000-an,” kata Edy. Menurut Edy, harga Bokar sebesar Rp7.000 tersebut diprediksi masih akan terus merangkak naik atau setidaknya bertahan dan tidak mengalami penurunan hingga akhir tahun.

Bahkan, Gapkindo Sumut optimistis harga karet ini bisa naik hingga tahun 2017 mendatang. “Kami memprediksi harga ini masih akan terus bertahan tinggi karena diperkirakan permintaan semakin banyak untuk kebutuhan pabrikan di akhir tahun 2016 dan awal 2017,” kata Edy. Seperti biasa, kata Edy, mulai bulan November hingga awal Desember pabrik getah melakukan peningkatan produksi. Strategi ini untuk menyiapkan stok barang di akhir tahun hingga awal tahun yang akan datang.

Pengusaha dan petani karet pun berharap agar harga karet ini terus naik atau setidaknya bertahan di level Rp7.000 tersebut. Sebab harga yang anjlok selama ini telah menyiksa petani dan bisnis komoditas ini. “Harga yang sekarang sudah membawa angin segar bagi petani karet kembali. Kami melihat harga karet beberapa tahun belakangan ini seperti tidak bergairah,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Neraca Wilayah dan Analisis Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut, Ateng Hartono, mengatakan, devisa Sumut dari kelompok karet dan barang dari karet hingga triwulan III 2016 sudah turun 18,85% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2015 lalu. Pada triwulan III tahun 2015 lalu, nilai ekspor karet dari Sumut masih mencapai USD893,4 juta dan hingga triwulan III tahun 2016 hanya sekitar USD725,01 juta. “Penurunan devisa ini merupakan dampak dari menurunnya volume dan harga jual komoditas karet ini di pasar internasional,” tandasnya.

Sumber: Okezone.com

Habib Rizieq Hadiri Gelar Perkara Penistaan Agama Di Mabes Polri. Ahok Tak Hadir

Ahok dan Habib Rizieq

PERAWANGPOS -- Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Muhammad Rizieq Syihab menyambangi Mabes Polri, Selasa (15/11), pagi sebagai ahli untuk menghadiri gelar perkara dalam kasus penistaan agama. Terlapor dalam kasus ini adalah Gubernur DKI Jakarta non-aktif Basuki T Purnama (Ahok).

“Saya di sini sebagai ahli,” kata Habib Rizieq, Selasa (15/11).

Sementara pihak terlapor, Ahok, tak menghadiri gelar perkara atas kasus penistaan agama ini. Ketua Tim Kuasa Hukum Ahok, Sirra Prayuna mengatakan, Ahok diwakili kuasa hukumnya.

Menurut Sirra, selain kuasa hukum, ada sembilan orang dari pihak Ahok. Mereka terdiri dari ahli dan saksi fakta.

“Kami menghadirkan ahli enam orang dan saksi fakta tiga orang,” ujar Sirra Prayuna kepada wartawan, Selasa (15/11) pagi di Mabes Polri.

Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Pol. Boy Rafli Amar mengatakan, sebanyak 20 orang saksi ahli akan dihadirkan dalam gelar perkara kasus ini. Mereka berasal dari ahli bahasa, tafsir dan agama.

Sementara jumlah pelapor bertambah menjadi 13 pelapor dari sebelumnya 11 pelapor. Laporan-laporan tersebut mewakili perseorangan dan lembaga atau organisasi masyarakat.

Sumber : Salam Online

PPP dan Nasdem Mulai Evaluasi Dukungan Ke Ahok

PERAWANGPOS -- PPP kubu Djan Faridz dan NasDem akan melakukan evaluasi terkait dukungan terhadap pasangan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan Djarot Saiful Hidayat pada Pemilihan Kepala Daerah DKI 2017.

Ahok mengaku tidak mempermasalahkan jika kedua partai itu ingin ‎mengevaluasi dukungan. Pasalnya, hal itu merupakan hak dari masing-masing partai.

“Kalau mereka mau evaluasi, silakan. Toh, partai tidak bisa cabut dukungan lagi karena undang-undang kan. Jadi, santai saja,” kata Ahok di Rumah Lembang, Jakarta, Senin (14/11).

Keinginan NasDem dan PPP untuk mengevaluasi pencalonan terhadap Ahok-Djarot berkaitan dengan kasus penistaan agama ‎yang diduga dilakukan Ahok.

Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh mengaku akan mengevaluasi pencalonan Ahok bila mantan Bupati Belitung Timur itu berstatus tersangka.

Hal senada dilakukan oleh PPP kubu Djan Faridz. Mereka akan mengevaluasi dukungan terhadap Ahok.

Bahkan, sejumlah alim ulama dan konstituen PPP juga mengusulkan agar dukungan terhadap Ahok-Djarot dikaji dan dievaluasi.

Sumber : JPNN

Sunday, November 13, 2016

SiapkanPerlengkapan! Rezia Lalu Lintas Mulai 16 November 2016

PERAWANGPOS, Jakarta - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya kembali menggelar razia lalu lintas bersandikan 'Operasi Zebra Jaya 2016'. Sasaran operasi adalah segala bentuk pelanggaran lalu lintas.

"Operasi Zebra ini penekanannya pada penegakan hukum, sehingga akan dilaksanakan razia untuk mengecek identitas pengemudi dan surat-surat kelengkapan berkendara seperti SIM dan STNK," jelas Kasubdit Pembinaan dan Penegakan Hukum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto kepada detikcom, Jumat (11/11/2016).

Operasi digelar mulai tanggal 16 November hingga 29 November 2016. Operasi digelar secara serentak di wilayah hukum Polda Metro Jaya, termasuk di ruas tol.

Adapun sasaran operasi yakni segala bentuk pelanggaran lalu lintas. Seperti di antaranya melawan arus, tidak mengenakan helm, menurunkan dan menaikkan penumpang tidak pada tempatnya, menerobos busway, pelanggaran rambu-rambu lalu lintas dan lain sebagainya.

Penindakan tersebut tidak hanya terhadap motor tetapi juga mobil pribadi dan angkutan umum.

Budiyanto mengatakan, operasi ditekankan di titik-titik rawan pelanggaran rambu lalu lintas, seperti misalnya di kawasan Jakarta Selatan yang rawan pelanggaran lawan arus terdapat di Warung Buncit, Mampang.

"Bagi yang melanggar kita tilang," tegas Budiyanto.

Sumber: detik.com

Imam Mesjid New York : "Ada Berkah Dengan Terpilihnya Trump, Islam Akan Makin Berkembang"

PERAWANGPOS -- Terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat bagi sebagian orang dianggap sebagai musibah, terutama bagi kalangan minoritas: umat Islam dan warga pendatang. Imam masjid asal Indonesia di New York, Shamsi Ali, mengatakan bisa jadi ada berkah tersendiri di balik terpilihnya Trump.

Menurut Shamsi, selama ini masyarakat Muslim Amerika sudah merasa aman dengan dukungan dari pemerintah dan masyarakat. Walau berbagai kasus Islamofobia tercatat di negara ini, namun jumlahnya tidak sebanding dengan sikap toleransi yang ditunjukan warga AS terhadap Muslim.

Dengan terpilihnya Trump, imam masjid Jamaica Muslim Center ini mengatakan, masyarakat Muslim AS akan terpacu untuk berdakwah dan membuat strategi baru dalam meluruskan pemahaman anti-Islam di Amerika, terutama di kalangan pendukung Trump.

"Ada blessing in disguise. Kemenangan Donald Trump membuka mata kita bahwa ada pekerjaan rumah yang besar. Kita mencari strategi baru, apakah sudah tepat. Ini membuka mata kita, bahwa mungkin ada beberapa kekurangan dari kita yang harus diperbaiki," kata Shamsi saat ditemui CNN Indonesia di New York, Jumat (11/11).

Shamsi mengaku tidak khawatir perkembangan Islam menurun sejak terpilihnya Trump. Dia mengatakan, walau kasus Islamofobia meningkat belakangan ini, namun perkembangan Islam juga tidak bisa dianggap enteng. Jumlah umat Islam AS terus bertambah, saat ini mencapai 3,3 juta orang.

"Perkembangan Islam tidak terbendung. Bahkan dalam kondisi terjepit Islam terus berkembang," kata Shamsi.

Shamsi mengatakan terpilihnya Trump tidak lebih buruk ketimbang serangan teroris pada 11 September 2001 atau 9/11. Menurut dia, gejolak Trump hanya berlangsung sementara dan akan menjadi tangga untuk semakin berkembangnya Islam.

"Islam itu berkembang jika ditantang. Ibarat bola yang semakin ditekan di dalam air, maka pantulannya akan semakin tinggi," kata Shamsi.

"Pada peristiwa 9/11 banyak yang menyangka Islam telah dikuburkan, Islam telah menemukan kuburannya. Tapi nyatanya Islam berkembang luar biasa di Amerika pasca 9/11," lanjut dia lagi.

Sumber : CNN

Shamsi Ali, imam mesjid New york asal Indonesia 

Saturday, November 12, 2016

Terkait Bom di Samarinda, Pengamat Minta Agar Diadakan Test Urine. Mengapa?

PERAWANGPOS -- Pasca ledakan bom molotov di Gereja Oikumene, Samarinda (13/11), netizen ramai memunculkan kembali prediksi pengamat teroris Mustofa Nahrawardaya soal kemungkinan “aksi teror” pasca demonstrasi 4 November 2016.

Sebelumnya, Mustofa di akun Twitter menulis: “Hari-hari penuh kebohongan begini, biasanya ada kejadian-kejadian terkait terorisme yang mengejutkan. Coba besok kita lihat.” (06/11).

Mustofa semua pihak mewaspadai “aksi terror” jelang Desember 2016. “Begitulah. Apalagi mendekati Desember,” tulis @TofaLemon menanggapi komentar akun ‏@lawan077. Sebelumnya @lawan077 menulis: “@TofaLemon bener juga ramalan Ente hari ini BOMnya baru meledak.”

Diberitakan sebelumnya, pelaku pelempar bom molotov di Gereja Oikumene, Samarinda, berhasil ditangkap polisi. Pelaku yang beralamat di wilayah Bogor, Jawa Barat itu mengenakan kaos bertuliskan “Jihad”.

Ledakan terjadi sekitar pukul 10.30 Wita di saat sedang berlangsung ibadah gereja. Sejumlah korban menderita luka-luka. Empat motor rusak terkena ledakan.

Terkait tertangkapnya pelaku, Mustofa meminta pelaku di-test urine. “Sekali2, pelaku bom Gereja mbok dii test Urine,” tulis @TofaLemon.

Sumber : Intelijen

Hj. Misnarni Syamsuar Dapat Penghargaan Gemarikan

PERAWANGPOS, JAKARTA-Ketua TP-PKK Kabupaten Siak Hj.Misnarni Syamsuar Sabtu (12/11/16) menerima penghargaan gerakan memasyarakatkan gemar makan ikan (gemarikan) dari Direktorat Jendral Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Kementerian Perikanan dan Kelautan, di Jakarta Internasional Expo (JIE) Kemayoran Jakarta.

Sekaligus juga menghadiri Lomba Masak Serba Ikan Tingkat Nasional ke-14 dan Indonesia Seafood Expo (ISE) 2016, dalam hal ini Kabupaten Siak mengirimkan utusan dari Kabupaten Yang menang di tingkat Provinsi.

Hadir juga Ketua Forikan Kabupaten Siak Rasyidah Alfedri, Ketua DWP Kabupaten Siak Rahimawati Hamzah, Kepala Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan Susilawati, serta pengurus Forikan lainnya.

"Saya sangat berbangga dan syukur Alhamdulillah kepada Allah SWT atas penghargaan yang diraih sebagai Forikan terbaik di Provinsi Riau, dan juga menjadi satu-satunya Kabupaten Kota di Provinsi Riau yang berkontribusi mengkampanyekan memasyarakatkan makan ikan secara maksimal" ungkap beliau saat dijumpai seusai acara.

Disampaikannya juga bahwa selain menerima penghargaan tersebut, dalam lomba tingkat nasional kali ini Kabupaten Siak mendapat Juara harapan II untuk menu keluarga dan secara keseluruhan Riau menjadi juara favorit. "Mudah-mudahan kedepannya kita mendapat prestasi yg lebih baik lagi" Katanya.

Ketua Forikan Kabupaten Siak Rasyidah Alfedri menambahkan, Penghargaan itu kita dapatkan berkat kerjasama dari berbagai pihak, mulai dari Dinas Kelautan Kabupaten Siak, Forikan Kabupaten, Kecamatan dan Desa serta CSR BSP yang telah mensosialisasikan gerakan gemar makan ini kepada seluruh masyarakat.

"Penghargaan ini merupakan dorongan bagi pengurus Forikan kabupaten, dan dengan penghargaan ini lebih memotivasi Forikan Kabupaten Siak untuk lebih giat lagi mensosialisasikan gerakan ini, dan kita berharap masyarakat Kabupaten Siak menjadi masyarakat yang kuat dan sehat" lanjutnya.

Sementara itu Susilawati mengatakan bahwa lomba masak serba ikan tingkat nasional yang ke-14 ini juga merupakan rangkaian peringatan hari nusantara dan hari ikan nasional yang ke-3, diikuti oleh 32 Provinsi di seluruh Indonesia.

"Prestasi yang telah dicapai tentu menjadi suatu tantangan bagi forikan Kabupaten Siak, dinas peternakan perikanan dan kelautan Kabupaten Siak serta pihak lainnya yang terkait bersama mewujudkan bagaimana untuk lebih meningkatkan lagi masyarakat kabupaten siak agar gemar mengkonsumsi ikan setiap hari dalam jumlah yg memadai"tambahnya./hms

Ket. Foto: Ketua TP-PKK Kabupaten Siak Misnarni Syamsuar menerima tropi pemenang lomba harapan II menu keluarga.

Pelayanan Kantor Lurah Perawang Dinilai Tidak Bagus

PERAWANGPOS, TUALANG – Kamis (10/11/2016) sekira pukul 13.38 WIB, kondisi pintu Kantor Kelurahan Perawang yang mulanya terbuka di bagian salah satu sisi, tiba-tiba kedua sisi pintu tersebut tertutup rapat.

Dari pantauan kru Infosiak.com saat memasuki Kantor Kelurahan Perawang hanya menemukan satu orang pegawai kantor sedang asik berbincang via handphone dengan posisi begitu santai. Sementara pada saat yang bersamaan di luar halaman kantor, ada beberapa orang masyarakat yang terlihat resah. Hal ini disebabkan kantor Kelurahan Perawang belum juga di buka.

Ketika dimintai tanggapan terkait perilaku pegawainya, Lurah Perawang Yudha Rajasa mengatakan akan menegur pegawainya.

“Kalau memang begitu kami tegur la nanti, karena kami lagi tidak ada di tempat, lagi ada kebutuhan di Siak. Kadang memang ada kejadian yang diluar seharusnya, seperti kita berdinas setiap hari inikan kadang ada juga hal-hal yang tidak ideal, kalau memang ada seperti itu kami tegur la,” jelas Yudha kepada Infosiak.com.

Menanggapi kejadian itu salah seorang warga Jhon (35) menilai apa yang telah dilakukan pegawai tersebut tidak sopan.

“Sangat disayangkan, sebagai pelayan masyarakat seharusnya mendahului kepentingan warga, ini malah dibiarkan menunggu di luar, sementara dirinya santai-santai di kursi tunggu yang saya nilai itu tidak sopan, Negeri Melayu inikan sangat menjunjung etika dan nilai kesopanan,” tanggap Jhon.

Seperti diketahui sebelumnya, Lurah Perawang mengatakan waktu istirahat dikantornya pukul 12.00 WIB hingga pukul 13.30 WIB (selama satu setengah jam,red), namun pada hari itu pegawai menjadwalkan kantor buka pukul 14.00 WIB.

Sumber: infosiak.com

Rizal Ramli Ungkap 4 Dosa Ahok di The Wall Street Journal. Apa Saja?


PERAWANGPOS -- Mantan Menko Maritim Rizal Ramli membeberkan kepada masyarakat internasional bahwa Aksi 4 November merupakan aksi yang sangat mencengangkan karena lebih dari 200 ribu orang (media internasional mengklaim tak lebih dari 200ribu orang) memenuhi jalan-jalan utama di DKI Jakarta. Namun aksi itu akan berlanjut pada 25 November jika Ahok tidak diadili atas kasus penistaan agama yang dilakukannya.

Melalui The Wall Street Journal, ia menjelaskan gaya kepemimpinan Ahok di tengah mayoritas warga moderat agar masyarakat internasional bisa memahami latar belakang Aksi tersebut dan tidak menilai Indonesia tidak toleran.

Sebelum kasus penistaan agama, gaya kepemimpinan Ahok di DKI Jakarta telah menjadi bom waktu. Dan Aksi 4 November hanyalah puncak gunung es dari kemarahan publik.

Berikut ini empat poin yang disebutkan Rizal Ramli dalam tulisan berjudul

Jakarta's Governor Gave Indonesian Islamists an Opening yang diterbitkan Rabu, 9 November 2016.

Satu: Ahok melakukan penggusuran terhadap orang-orang miskin di berbagai tempat yang dianggap ilegal, tanpa kompensasi yang memadai.

Dalam tulisan itu, Rizal Ramli menceritakan bahwa banyak orang mengadu kepadanya yang waktu itu masih menjadi menteri. Mereka mengadukan pengusiran disertai kekerasan, mirip cerita orde baru.

Dua: Ahok dinilai menguntungkan para pengembang properti dengan kebijakan yang diberlakukannya. Mereka disebut sebagai pihak utama yang membiayai kampanye agar Ahok kembali menjadi Gubernur pada 2017.

Tiga: Ahok juga memiliki catatan terkait skandal keuangan. Salah satunya yakni dalam masalah pembelian tanah untuk rumah sakit Sumber Waras dengan aliran dana mencapai 35 juta dolar AS.

Empat: Ahok, tulis Rizal Ramli, karakternya emosional karena tidak menyukai pengunjuk rasa yang menentangnya. Alih-alih mencari solusi melalui dialog, Ahok sering kali mengejek demonstran dan mengancam untuk membakar mereka dengan meriam bensin.

Maka wajarlah ketika jutaan orang mendemonya. Bukan karena masyarakat Indonesia tidak toleran namun justru karena gaya kepemimpinan Ahok yang puncaknya kemudian mencatut Surat Al Maidah ayat 51.

Sumber : Muslimina

Pesan Anis Matta,Lc. Pada Peserta Kongres KA KAMMI I di Jakarta

Oleh.H.Gunawan Ruslan,Lc.

1.saya tahu Antum-antum akan melaksanakan Kongres KA KAMMI I Besok di Jakarta sekalian Revolusi insyallah

2.Memang posisi KAMMI Selalu ada di garis Keras. lahir di saat genting dan selalu menjadi pemantik perubahan pemimpin bangsa.

3. Pergantian pemimpin negara selalu di motori oleh Kaum Muda dan peran KAMMI sangat strategis.

4.Salah satu tantangan kami dulu ketika masuk pemerintahan adalah bangsa kehilangan Agenda

5.sehingga alumni-alumni KAMMI 2004 ke atas juga ikut kehilangan narasi dan agenda perjuangan nya.dan belum menemukan momentum.

6.Pada Kongres besok di jakarta momentum antum sangat tepat.ada dua yaitu momentum global dan Lokal.

7.Momentum global adalah terjadinya kerusuhan di Amerika, masyakarat menolak Donal Trump yg terpilih menjdi presiden Amerika

8.Tidak pernah ada yg membyangkan bahwa negara amerika akan mengalami fase ini.ribut dan rusuh dengan hasil pilpres

9.beberapa bulan lalu Saya mengunjungi Eropa.bertemu dengan Militer intelgent. Dia mengatakan bahwa Donal Trump pasti akan menang.

10.Sedangkan Momentum Lokal adalah ada nya dinamika dalam negeri.terjadi nya Aski 411.

11.Fenomena 411 kemaren bukan sekedar fenomena Jokowi ahok tapi adalah kemarahan yang sudah lama di pendam oleh umat.

12.Menurut saya sejak meletus nya  peristiwa 411, tensi politik tidak akan turun sampai pemilu 2019.

13.Jadi siap-siap bahwa kita akan memasuki satu fase permainan hot game (permainan Keras)

14.oleh sebab itu,dlm situasi sepeti ini.Siapa yang tidak ikut permainan Game dalam situasi ini maka AKAN CEK OUT/terlempar dengan Sendiri nya.

15. Kasus ahok ini adalah peristiwa to be or not to be(Hidup atau mati) bagi jokowi.to be or not tu be bagi SBY dan to be or not to be bagi umat.

16.Maka Kalau kita umat islam kalah dalam kasus Ahok ini, Maka orang luar akan bilang CUKUP 1 ORANG AHOK yang akan menyelesaikan Umat islam Indonesia.

17.Player yang bermain di kasus Ahok bukan sekedar player lokal tapi player global.sadari ya...

18.Ikhwah sekalian..
.saya kira kita semua punya missi pribadi dalam hidup ini.bhw pd ahir nya kita akan di mintai pertanggungjawaban secara pribadi..

19. Oleh allah swt.bhw kita datang sendiri dan akan pergi menghadap pada tuhan kita sendiri-sendiri.

20.kita tidak akan membawa kartu Partai.kita tidak akan membawa kartu anggota KAMMI.mempertanggungjawbakan hidup yg pernah di berikan allah swt.

21.Jadi ini adalah hidup saya.ini adalah hidup antum yang harus kita pertanggungjawabkan kepada Allah swt.

23.jadi dalam mengahadapi permainan keras (hot game)seperti ini.apa perbuatan yang kita lakukan yg dapat kita pertanggungjawabkan kpd allah swt.

24.Dalam istilah fiqih adalah ما هو واجب الوقت apa kewajiban yg akan kita lakukan dalam dalam waktu dan situasi ummat dan bangsa saat ini.

26. Dan apa yg akan kita lakukan dalam daftar kewajiban yg masuk dalam wilayah taklif(pembebanan syariah) sesuai kemampuan kita.

27.Dalam situasi seperti ini jangan pernah mempersonalisasi masalah.

28.Karena antum tidak sedang menjadi follower seseorang.menjadi penyanjung n pemuja seeorang.atau fans club bagi seseorang.

29.Ini adalah basis pertanggungungjawaban kita.kongres ini adalah bagian dari situasi ini.

30.Antum juga harus ber syukur kepada Allah Swt antum menjadi bagian dari KAMMI.Karena KAMMI juga adalah Lebih dahulu lahir dari PKS.dan menjdi hard linner dulu nya.

31. Dengan istilah lain.KAMMI selalu di taqdirkan berada dalam situasi REVOLUSI.

32. Jadi kalo antum telah menjadi Revolusioner, itu memang sudah menjadi taqdir antum.

33.Insyallah kita akan bicara di kesempatan lain tentang situasi geo politik global yg lebih luas n panjang dan insyallah antum pelan-pelan akan Naik Kelas.

34.bukan sekedar menjdi demonstran di jalan.tapi antum punya mindseat global kemampuan operasi antum global dan kemampuan management global dst.

35.Sekali lagi saya tegas kan bahwa "al masuliyah fardiyah amamallah " adalah  tanggungjawban pribadi masing2 di depan Allah swt.yang menjadi tema saya saat ini.

36. Jadi jangan pernah berfikir menjadi follower seseorang tetapi antum akan memperganggungjawbkn perbuatan masing2 di depan
allah swt.

37.semoga momentum Kongres KA KAMMI ini menjadi momentum yg menjadi pertanyaan antum selama ini.ngapain aja bung Anis Matta..kemana aja...perlahan antum akan temukan jawaban nya insyallah. 

Wassalamualaikum wr wb

Jakarta,11 Nov 2016

Rakyat Tuntut Keadilan, Jokowi Unjuk Kekuatan


Jokowi saat hadir ke Markas Marinir, Jakarta, Jumat (11/11)

PERAWANGPOS -- Ketua Front Mahasiswa Islam (FMI) Habib Ali Alatas mengatakan bahwa Aksi Bela Islam 4 November lalu adalah murni aksi rakyat untuk meminta ditegakkan keadilan hukum. 

"Aksi Bela Islam digelar untuk menuntut supaya si penghina Alquran dihukum, dijebloskan ke penjara," jelas Ali kepada Suara Islam Online, Sabtu (12/11/2016). 

Kata Ali, jutaan massa yang datang ke istana negara itu rakyat Indonesia yang dipimpin Jokowi. "Mereka bukan rakyat China, tetapi rakyat Indonesia yang tidak minta macam-macam, hanya minta hukum ditegakkan kepada Ahok," ujarnya.

Menurutnya, umat Islam saat ini hatinya tersakiti karena Alquran dihina. "Rakyat mau mengeluhkan rasa sakit ke Presiden, tetapi kenapa Presiden saat itu justru menghilang?" kata Ali.

Lalu sekarang Presiden keliling ke korps-korps angkatan bersenjata, itu maksudnya apa? "Apa Bapak Presiden Jokowi yang terhormat mau unjuk kekuatan, mau menunjukkan kalau dia mampu menodongkan senapan kepada rakyat?" tanya Ali.

"Apakah Presiden lupa kalau dia dipilih oleh rakyat dan bekerja untuk rakyat?" tandasnya.

Sumber : SuaraIslam

Ular Ini DiSangka Warga Memakan Sesuatu, Setelah Ditangkap Ternyata Isinya...

PERAWANGPOS -- Seekor ular dengan ukuran yang sangat besar baru-baru ini berhasil ditangkap oleh penduduk di Nigeria dan membunuhnya. Ular tersebut diduga sudah memakan hewan ternak warga karena perutnya sudah terlihat membesar. Warga pun beramai-ramai memburu ular tersebut untuk dibunuh agar tidak lagi memakan hewan ternak warga.

Setelah berhasil dibunuh, warga menyayat perut si ular untuk mengetahui isi bagian dalam perut ular yang membengkak. Namun ternyata, hasilnya: puluhan telur, bukan hewan ternak seperti yang diperkirakan.

Ular tersebut bukan memakan hewan ternak tetapi sedang mengandung puluhan telur. Meskipun tidak jelas jenis ular tersebut, banyak ular dapat memproduksi hingga 100 telur pada suatu waktu. Beberapa orang berkomentar dengan sedikit simpati, mereka beranggapan bahwa setidaknya sekitar 100 ular bayi tidak lagi lahir.

Jika dilihat dari lebarnya ular yang hampir 1 kaki dan panjangnya yang beberapa meter bisa diduga jika ular ini jenis anaconda. Apalagi spesies tersebut sangat jarang di Amerika Selatan, sehingga kemungkinan berasal dari jenis piton batu Afrika. Piton batu Afrika adalah jenis ular non-bisa yang membunuh mangsanya dengan penyempitan jalan udara.

Demokrat Batal Gugat Balik Alumni HMI Terkait Pidato SBY

PERAWANGPOS -- Partai Demokrat batal melaporkan alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ke Badan Reserse Kriminal Mabes Polri. Sedianya, partai berlambang Mercy ini akan melaporkan balik Alumni HMI yang sempat hendak mengadukan pidato mantan Presiden RI keenam Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) ke Bareskrim, kemarin. 

Pengaduan ini terkait pidato SBY pada 2 November lalu yang dianggap memprovokasi aksi demo 4 November. 

Ketua Bidang Hukum dan Advokasi Partai Demokrat Didi Irawadi Syamsudin mengatakan, alasan pembatalan itu karena pengaduan dari Alumni HMI belum tercatat secara resmi dalam Laporan Polisi (LP) Bareskrim. 

Menurutnya, alumni HMI tak memilikilegal standing dan belum memenuhi sejumlah syarat formal untuk melapor ke Bareskrim. Ia menyayangkan sikap alumni HMI yang terlanjur gembar-gembor ke media massa. 

"Ternyata laporan mereka belum ada karena banyak syarat formal yang belum dilengkapi. Jadi kami juga tunda laporannya karena laporan kami otomatis tidak ada dasar hukumnya," ujar Didi di Gedung Bareskrim Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta, kemarin.

Didi menilai, alumni HMI hanya mengklaim sebagai bagian dari Forum Silaturahmi Alumni HMI Lintas Generasi. Padahal, nama mereka juga tak tercantum dalam struktur Pengurus Besar HMI yang resmi. 

Hal itu telah ditegaskan sebelumnya oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Pengurus Besar HMI. Keduanya menyatakan bahwa tidak ada organisasi atas nama lintas alumni tersebut. 

"Jadi mereka ini sebenarnya tidak punya kapasitas hukum sama sekali untuk melaporkan," kata Didi. 

Sebelumnya, alumni HMI yang tergabung dalam Forum Silaturahmi Alumni HMI Lintas Generasi, mempermasalahkan pidato SBY pada 2 November lalu. 

Mereka menganggap SBY telah menghasut aksi demo 4 November. Sejumlah kalimat dianggap memprovokasi, misalnya, pernyataan SBY soal Lebaran Kuda. 

SBY dilaporkan dengan pasal 160 KUHP tentang penghasutan. Mereka membawa video pidato SBY sebagai barang bukti. Namun, aduan mereka ke Bareskrim tidak mendapat LP sebagai bukti telah melaporkan perkara. Mereka hanya menerima Surat Tanda Terima.

Sumber : CNN

Setelah Kopassus, Jokowi Kunjungi BRIMOB dan Marinir. Apa Rencana Jokowi?

PERAWANGPOS -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan mengunjungi ‎Markas Brigade Mobil (Brimob) Polri dan Markas Korps Marinir Tentara Nasional Indonesia (TNI). Pada kesempatan itu Jokowi akan memberikan arahan kepada Korps Brimob di lapangan Markas Korps Brimob Jalan Pasir Gunung Selatan, Cimanggis, Depok, Jawa Barat.‎

Pengarahan Jokowi rencananya dilaksanakan sekira pukul 08.30 WIB. Selanjutnya Jokowi akan memberikan pengarahan kepada prajurit Marinir di Lapangan Upacara Markas Korps Marinir Jalan Harun, Cilandak Timur, Jakarta Selatan.

Rencananya pengarahan kepada pasukan Marinir sekitar pukul 10.00 WIB. Sebelumnya Jokowi juga memberikan pengarahan kepada pasukan Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD.

Jokowi gencar menyambangi pasukan TNI setelah terjadinya aksi demonstrasi yang dilakukan ratusan ribu umat Islam. Para demonstran menuntut Jokowi bersikap adil dalam kasus dugaan penistaan agama oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Belakangan juga berkembang kabar setelah aksi demonstrasi itu, jabatan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo akan dicopot. Namun, Jokowi melalui siaran persnya di Istana membantah kabar tersebut.

Sumber : Sindonew

Thursday, November 10, 2016

Hari Pahlawan, Bupati Siak Semangat Pahlawan Adalah Semangat Berjuang dan Berkorban

PERAWANGPOS, SIAK - Bupati Siak H Syamsuar memimpin upacara Peringatan Hari Pahlawan di halaman Kantor Bupati Siak, Kamis (10/11) pagi. Hadir pada upacara tersebut,

Wakil Bupati Siak Alfedri, anggota DPRD Komisi IV Siak Indra Sumaryo, Wakapolres Siak Kompol Indra, Perwira Penghubung Kodim 0303 Bengkalis Mayor Sumarno, Kajari Siak Zondri, Ketua Pengadilan Negeri Siak Asmudi.

Dalam amanah Menteri Sosial Kofifah Indar Parawangsa yang dibacakan Bupati Siak selaku inspektur upacara menyampaikan, pengalaman merebut dan mempertahankan kemerdekaan juga menunjukkan betapa spirit perjuangan dan mental, karakter kepahlawanan memiliki daya hidup yang luar biasa dalam menghadapi berbagai rintangan dan penderitaan.

Peringatan Hari Pahlawan, kata Bupati, harus mampu menggali apinya, bukan abunya. Dengan meminjam ungkapan Bung Karno, semangat kepahlawanan itu adalah semangat rela berjuang, berjuang mati-matian dengan penuh idealisme dengan mengutamakan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi.

"Semangat Kepahlawanan adalah semangat persatuan, persatuan yang bulat-mutlak dengan tiada mengecualikan sesuatu golongan dan lapisan. Semangat Kepahlawanan adalah semangat membentuk dan membangun negara," ujar Syamsuar.

"Singkat kata, Gerakan Hidup Baru adalah gerakan revolusi mental untuk menggembleng manusia Indonesia menjadi manusia baru, yang berhati putih, berkemauan baja, bersemangat Elang Rajawali. Berjiwa api yang menyala-nyala," kata Syamsuar.

Lanjutnya, itulah jiwa patriotisme progresif yang harus dikobarkan dalam menghadapi tantangan dan persoalan pembangunan hari ini. "Dengan suatu tekad dan ketulusan untuk bersama-sama saling bahu-membahu, dilandasi makna dan nilai integritas,

etos kerja dan gotong royong, maka saya yakin bangsa Indonesia dapat mengatasi berbagai permasalahan yang melanda dan dapat menjadi bangsa "Pemenang",

mampu bersaing dengan negara dan bangsa lain. Hal ini sejalan dengan Tema Hari Pahlawan 2016 yaitu, Satukan Langkah Untuk Negeri," paparnya.

Bertindak selaku komandan upacara Komandan Rayon Militer Perawang Kapten Efendi Sihombing, Perwira Upacara Wakil Komandan Rayon Militer Perawang Kapten Poltak Girsang,

Pembaca UUD 45 Ahmad Puspita Tata Negara fungsional umum Disosnaker dan Pembaca Pesan pesan pahlawan Said Muzani Kabid Kebudayaan Disdikbud.

Upacara tersebut diikuti TNI, Polri, Pemuda Panca Marga, ASN, Honorer, dan Pelajar. Dihadiri Ketua Legium Veteran Siak Abdullah Teguh, Kapolsek Siak Kompol Abdul Rahman,

Komandan Rayon Militer Siak Mayor Suherman, Kepala Bea Cukai Siak, Kepala Kantor Imigrasi kelas II Siak, organisasi Pemuda KNPI, Karang Taruna.

Sumber: Riaumandiri.co