Monday, November 21, 2016

KSPI Resmi Umumkan Mogok Nasional Pada 2 Desember


PERAWANGPOS -- Jakarta,KSPI- KSPI bersama buruh Indonesia resmi mengumumkan akan melakukan “Mogok Nasional” pada 2 Desember 2016. Dengan demikian, rencana mogok nasional buruh yang semula pada 2 November 2016, diundur menjadi 2 Desember 2016.

Mogok Nasional ini akan dilaksanakan dalam bentuk unjuk rasa nasional dengan “Stop Produksi” di 20 Propinsi 250 kab/kota dengan melibatkan hampir satu juta buruh.

Khusus buruh se-Jabodetabek dan Karawang, lebih dari 200 ribu buruh pada saat mogok nasional 2 Desember tersebut akan bergerak unjuk rasa di Istana dengan titik kumpul di bundaran HI.

Sedangkan mogok nasional buruh di 19 Propinsi lainnya dilakukan di kawasan industri dan kantor Gubernur masing-masing.

Tiga isu yang akan disuarakan para buruh pada “mogok nasional 2 Desember” tersebut adalah:

1.Cabut PP 78/2015 – Tolak Upah Murah.

2. Naikan UMP/UMK 15% – 20%.

3. Penjarakan sekarang juga tersangka “Ahok” penista agama sebagaimana tersangka-tersangka sebelumnya demi tegaknya supremasi hukum.

Isu ini sudah dari 2 bulan lalu diteriakan oleh buruh.

Termasuk menolak penggusuran dan reklamasi yang merusak lingkungan hidup serta sarat aroma korupsi sebagaimana juga buruh dari dulu meminta KPK memeriksa Ahok atas dugaan korupsi di RS Sumber Waras, Lahan Cengkareng, reklamasi Teluk Jakarta.

Tetapi teriakan buruh ini tak pernah ada tanggapan.

“Mogok Nasional 2 Desember” ini adalah aksi tertib dan damai karena akan bersamaan dengan aksi Bela Islam jilid 3.

Waktu pelaksanaan sengaja dibuat bersamaan, karena ada irisan isu dan kepentingan yang sama yaitu “Menegakkan supremasi hukum dan rasa keadilan”, “Menolak upah murah, menolak penggusuran yang melaggar HAM dan menolak reklamasi yang merusak lingkungan”

Di seluruh dunia, perjuangan serikat buruh adalah upah layak, HAM, lingkungan, dan tegaknya hukum (rechstat). Inilah esensi mogok nasional 2 Desember oleh buruh.

Sebagai aksi pemanasan jelang mogok nasional, hari ini, Senin (21/11/2016) ribuan buruh di Balaikota DKI Jakarta jam 11.00 wib dan Gedung Sate Bandung dan Gedung Negara Grahadi Surabaya jam 10.00.

Sedang aksi besar-besaran sebagai aksi pemanasan jelang mogok nasional berikutnya akan berlangsung di kota-kota besar lainnya, seperti Banten, Surabaya, Semarang, Batam, Medan, dsb.

Muslimina

Al Maidah 51 ; Gadis Murtad Ini Kembali Memeluk Islam

PERAWANGPOS -- Kasus penistaan terhadap Al-Qur'an Surat Al-Maidah 51 yang dilakukan Ahok sehingga melahirkan Aksi Bela Islam ternyata memiliki beragam hikmah, seperti yang dialami oleh Gadis murtad bernama Asni Monalisa kembali memeluk agama Islam.

Dengan dibimbing oleh team Mualaf Center Darussalam dan Sahabat Dakwah, akhirnya Asni Monalisa kembali mengucapkan kalimat Syahadat dan memutuskan untuk memeluk agama Islam, pada senin (21/11/2016), di Masjid Darussalam Cibubur.

Dalam keterangan yang ditulis Wakil Direktur Mualaf Center Indonesia Hanny Kristianto melalui akun Facebook pribadinya, Asni sebelumnya seorang muslimah berasal dari Pandeglang, Banten yang merantau ke Jakarta dan bekerja sebagai asisten sejak 2012. Kemudian pada tahun 2015 memutuskan untuk murtad meninggalkan agama Islam dan memilih memeluk agama Kristen.

Sejak masuk agama kristen, Asni mulai rajin mempelajari Injil. Dalam ayat-ayat Injil ditemukan seruan untuk rendah hati, lemah lembut, dan sabar, seperti pada Surat Efesus 4:2. Namun anehnya pihak gereja memuja-muja Ahok yang seringkali berkata kasar dan kotor didepan publik.

"Seringkali pihak gereja mendoakan Ahok dan menyanjung Ahok bak seorang nabi, banyak kata-kata yang memuja Ahok" ujar Asni.

Sampai akhirnya ada Umat Islam menggelar Aksi Bela Islam jilid 1 dan2 atas penistaan Ahok terhadap Al Maidah 51. Asni merenungi kalam Allah dan menyadari bahwa sesungguhnya mereka hendak menghancurkan umat Islam dan berlaku tidak adil terhadap umat Islam.

Asni juga kemudian menemukan ajaran dalam injil banyak tokoh termasuk Yesus sendiri menggunakan kata - kata kotor dan kasar juga memaki manusia. Seperti berkata ular beludak dalam Matius 3:7, anjing -anjing Fil 3:2, anjing dan babi dalam 2 Pet 2:-22, serigala dalam Luk 13:32, tahi dalam Ayub 20:7, Yesus tidak dapat menguasai diri, emosi marah dan melakukan kekerasan terhadap pkl dalam Yoh 2:15.

Sejak menemukan ayat tersebut, semakin membuat Asni yakin untuk kembali memeluk agama Islam. Asni mulai sadar bahwa ternyata ajaran kasih yang ada di Injil yang bertentangan itu tidak dilakukan oleh pengajarnya.

Sebelumnya di Yogyakarta seorang Mahasiswa S3 beragama Kristen akhirnya memeluk agama Islam setelah melihat fenomena penistaan terhadap Al-Maidah 51 yang dilakukan Ahok. 

Sumber: Antiliberal

FPI Galang Dana 10 Milyar Untuk Beli Senjata Dan Kirim 1000 Mujahid ke Rohingya

PERAWANGPOS -- Solusi atas pembantaian kaum Muslim di Rohingya, Myanmar adalah dengan melakukan jihad. Tanpa jihad, kehormatan kaum Muslimin akan terus diinjak-injak rezim militer dan kaum Budha di sana. Meskipun sebelum itu, upaya diplomasi tetap dilakukan dengan meminta pemerintah dan kaum Budha Myanmar menghentikan tindakan keji mereka.

"Kalau secara diplomasi pemerintah tak peduli, maka kami minta orang-orang Rohingya untuk menyiapkan anak-anak muda di sana untuk membuka (wilayah). Saatnya para mujahidin dunia berdatangan, (wilayah) sudah terbuka," kata pengurus DPP Front Pembela Islam (FPI) Ustad Jakfar Shidiq dalam Majelis Taqarrub Ilallah dan Temu Pembaca Suara Islam ke-33 di Masjid Baiturahman, Jl Sahardjo, Jakarta Selatan, Sabtu (25/5/2013).

Selain Ustad Jakfar, hadir dalam acara yang dipandu Sekjen FUI KH Muhammad Al Khaththath itu Ketua Umum DPP Gerakan Reformis Islam (GARIS) H Chep Hernawan dan Sekjen Komite Advokasi Muslim Rohingya-Arakan (KAMRA) Ustad Bernard Abdul Jabbar.

Menurut Ustad Jakfar, saat ini telah siap 1000 pemuda Islam untuk masuk ke Rohingya membela saudara-saudara mereka yang terbantai. Hal ini dilakukan supaya kaum agama lain tidak lagi menindas umat Islam.

Untuk mempersenjatai lengkap seribu orang itu, kata Ustad Jakfar, diperlukan dana setidaknya Rp10 miliar. Dana itu akan dihimpun dari umat Islam yang peduli terhadap nasib umat Islam Rohingya. "Saya yakin sampai Ramadhan Rp10 mliyar itu akan terkumpul," katanya mantap.

Rencana ini, lanjut Ustad Jakfar, disampaikan oleh FPI secara terang-terangan dan terbuka kepada umat Islam. Sebab jika dilakukan tertutup justru akan dimanfaatkan Densus 88 untuk menterorisasi umat. "Jangan sampai dimanfaatkan oleh Densus 88. Kita dipojokin lagi," katanya.

Supaya tidak dianggap melanggar hukum Indonesia, rencananya semua peralatan jihad akan dibeli di luar Indonesia. "Tujuannya suapaya mereka (Myanmar) gentar, kalau kita betul-betul menekan. Sebab kalau tak ada AS, siapa sih Myanmar?," pungkasnya.

Sumber : Muslimina

Sam Aliano : "Cincin Saya Ini Harganya Rp 600 Juta, Saya Tidak Terima Rp 500 Ribu. Itu Menghina Sekali"


PERAWANGPOS -- Sam Aliano, salah seorang yang mengaku ikut dalam aksi unjuk rasa damai 4 November 2016 lalu, merasa tersinggung atas ucapan Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang mengatakan bahwa peserta aksi mendapat banyaran Rp500 ribu.

Sam mengatakan, telah melihat berita Ahok yang dimuat laman portal berita asing ABC News yang mengatakan kalau massa unjuk rasa damai 4 November 2016 dibayar Rp500 ribu. Karena merasa difitnah atas ucapan Ahok di media asing itu, Sam pun melaporkan Ahok ke Bareskrim Mabes Polri.

"Saya sumbangkan ke orang-orang demo, infaq makanan. Saya tidak terima Rp500 ribu, ini menghina kita semua," kata Sam di Kantor Bareskrim Mabes Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Senin, 21 November 2016.

Sam yang mengaku sebagai Ketua Pengusaha Indonesia Muda itu menyebut, pernyataan Ahok dalam wawancara dengan media asing itu sangat memalukan. Dirinya merasa terhina atas pernyataan Ahok itu, karena ia yang mengikuti demo tersebut sama sekali tidak mendapatkan bayaran.

"Kita tidak demo bayaran, maaf yah, cincin saya ini Rp600 juta, bukan saya dapat Rp500 ribu," katanya seperti dilansir VIVAnews.

Tudingan Ahok yang dimuat media asing ABC News menuai banyak kecaman. Beberapa pihak sudah melaporkan Ahok ke polisi atas ulahnya ini.

Sumber : Muslimina

Sunday, November 20, 2016

Driver Grab Akui Penurunan Order Karena Twit Dukung Ahok


PERAWANGPOS -- Beberapa pengemudi Grab Bike mengakui ada penurunan pesanan penumpang akibat cuitan di akun Twitter Grab Indonesia yang berisi klaim dukungan kepada cagub kontroversial Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Bayu, pengemudi Grab di kawasan Stasiun Manggarai, mengatakan bahwa ada keluhan dari pengemudi kepada pihak manajemen terkait tweet bermasalah tersebut. Akibat cuitan itu, kata dia, beberapa pengemudi Grab di grup Whatsapp sempat menyebut ada penurunan order dibandingkan biasanya.

“Beberapa yang sempat turun itu di wilayah Klender, Cipinang, Pondok Kopi di Jakarta Timur. Tapi sekarang Alhamdulillah udah normal bang,” kata dia kepada Republika, Ahad (20/11).

Bayu mengakui bahwa insiden cuitan Twitter,yang sempat ramai di media sosial kemarin, cukup membuat khawatir para pengemudi.

“Karena kan banyak (pengguna) yang bilang mau ngehapus applikasi Grab. Kita sih sebagai driver, kalau bisa jangan lah. Kita juga orang kecil, sama cari makan,” ujarnya.

Hal yang sama disampaikan Ronny, koordinator pengemudi Grab di Stasiun Manggarai. Ia mengaku sempat khawatir terkait adanya ajakan tidak menggunakan Grab itu, walaupun suara itu menurutnya lebih ramai di media sosial daripada di lapangan.

“Beruntung pihak manajemen bersikap cepat, meminta maaf. Jadi kita juga yakin manajemen tidak mungkin sengaja melakukan hal itu, karena ini sensitif,” kata dia.

Sedangkan Pengemudi Grab lain, Djoko meminta manajemen mengambil sikap tegas agar kasus tweet semacam itu tidak kembali terulang.

“Kita banyak dapat komplain dari penumpang, padahal kita tidak tahu apa-apa soal itu,” ujar dia.

Sumber : antiliberal

Dilarang Azan Oleh Israel, Warga Yerusalem Serentak Melawan Dengan mengumandangkan Azan Di Atap Rumah Mereka

PERAWANGPOS -- Menanggapi rencana pemerintah "Israel" untuk melarang adzan di Yerusalem, penduduk Yerusalem naik ke atap rumah mereka dan mengumandangkan azan bersama-sama, sebagaimana dilansir MEMO, Jum'at (18/11/2016).

Dalam rekaman video yang beredar di media sosial, warga dapat dengan jelas mendengar adzan yang dilantunkan warga dari atap rumah mereka sebagai protes terhadap peraturan yang melarang adzan di Yerusalem.

Gereja-gereja di Nazareth menunjukkan solidaritas dengan menyiarkan adzan dalam menanggapi upaya untuk melarang adzan yang disiarkan dari Masjid Al-Aqsa.

Selama dua minggu terakhir, "Israel" telah berupaya untuk melarang adzan.

Perdana Menteri "Israel" Benjamin Netanyahu yang telah mendukung RUU untuk melarang adzan, mengatakan: "Israel adalah negara yang menghormati kebebasan beribadah bagi semua orang beragama dan berkomitmen untuk melindungi orang-orang yang menderita akibat kebisingan yang disebabkan oleh pengeras suara."

Menentang tindakan Knesset "Israel", anggota Arab di Knesset "Israel" Ahmad El-Tibi dan Talab Abu Arar mengumandangkan adzan di parlemen "Israel"

Sumber : Arrahmah

Saturday, November 19, 2016

Dijanjikan Konser Iwan Fals Dan Slank, Ternyata Cuma Muter-muter Doang

PERAWANGPOS -- Putra kecewa. Niatnya menonton konser Iwan Fals dan Slank tak tercapai. Ia malah menonton tari-tarian dan musik daerah. Kenapa? Rupanya konser tersebut itu hanyalah janji palsu yang diterimanya.

“Saya dijanjikan nonton OI dan Slank tapi adanya cuma begitu. Cuma muter-muter aja,” ujar pria 24 tahun ini di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Sabtu (19/11/2016).

Muter-muter yang dimaksud adalah kegiatanlong march yang dilakukan sebagian peserta Parade Bhinneka Tunggal Ika. Parade ini berlangsung di kawasan Patung Kuda.

Mereka long march dari kawasan Patung Kuda ke kawasan Gambir dan sekitarnya, lalu balik ke titik semula. Sebagian peserta lainnya hanya bersantai di sekitar Patung Kuda dan pelataran Monas.

Putra merupakan salah satu dari ratusan massa yang hadir (tepatnya “dihadirkan”) dalam acara itu. Pria bertindik ini mengaku sama sekali tidak tahu menahu perihal acara tersebut. Ia datang hanya ingin menonton konser yang dijanjikan itu.

“Kita merasa kecewa, datang jauh-jauh, ditunggu-tunggu enggak ada,” ungkap pria yang mengaku dipanggil Batak ini.

Ditipu Pakai Janji Istigasah

Putra tak sendirian, banyak peserta lain yang merasakan kekecewaan yang sama. Seorang ibu berbaju putih-putih tak sungkan untuk mengutarakan kekecewaannya. Nasib buruk dengan janji palsu oleh seorang yang disebut koordinator tak bisa dielaknya.

“Saya mendadak dapat informasinya, iming-imingnya istigasah dan harus memakai baju putih semua. Pagi-pagi itu menyiapkannya,” tutur wanita ini tanpa menyebutkan namanya.

Ia pun tak menyangka kalau ternyata acara yang didapatinya di kawasan Patung Kuda berbeda jauh dengan kegiatan istigasah yang dikenal di kalangan umat Islam selama ini.

“Pil pahit” serupa ditelan sekelompok wanita anggota pengajian dari Tanjung Priok, Jakarta Utara. Mereka juga dikecewakan karena merasa dibohongi pakai janji-janji palsu.

Ita, 45 tahun, yang mewakili kelompok pengajian tersebut, mengaku, oleh seseorang diijanjikan untuk ikut istigasah di Gelora Bung Karno, Senayan.

Namun, janji sekadar janji. Kelompok pengajian itu diturunkan di Kawasan Patung Kuda, Sabtu (19/11/2016) itu.

“Tadi kita dibilanginnya istigasah, jadi kita pada mau ngikut. Ternyata nyampe sini, mana istigasahnya?” ujar Ita merasa tertipu.


Mau tak mau, ia bersama kelompok pengajiannya hanya berdiam diri di jalanan Monas. Bukan istigasah yang ia dapatkan, tapi lantunan lagu dan musik-musik yang menyasar ke telinganya.

Acara parade itu disebut-sebut oleh sejumlah kalangan sebagai kegiatan tandingan Aksi Bela Islam II (Aksi Damai 411). Namun, berdasarkan pengamatan wartawan, secara jumlah massa saja, parade itu sangat jauh berbeda dengan aksi 4 November.

Bahkan, seperti yang diungkapkan dalam kesaksian di atas, parade itu banyak diikuti oleh orang-orang yang justru tak paham akan muatan parade. Demikian dilansir kantor berita Islam asosiasi JITU, Islamic News Agency (INA).* M. Fajar/INA