Showing posts with label Islamphobia. Show all posts
Showing posts with label Islamphobia. Show all posts

Monday, November 21, 2016

Sam Aliano : "Cincin Saya Ini Harganya Rp 600 Juta, Saya Tidak Terima Rp 500 Ribu. Itu Menghina Sekali"


PERAWANGPOS -- Sam Aliano, salah seorang yang mengaku ikut dalam aksi unjuk rasa damai 4 November 2016 lalu, merasa tersinggung atas ucapan Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang mengatakan bahwa peserta aksi mendapat banyaran Rp500 ribu.

Sam mengatakan, telah melihat berita Ahok yang dimuat laman portal berita asing ABC News yang mengatakan kalau massa unjuk rasa damai 4 November 2016 dibayar Rp500 ribu. Karena merasa difitnah atas ucapan Ahok di media asing itu, Sam pun melaporkan Ahok ke Bareskrim Mabes Polri.

"Saya sumbangkan ke orang-orang demo, infaq makanan. Saya tidak terima Rp500 ribu, ini menghina kita semua," kata Sam di Kantor Bareskrim Mabes Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Senin, 21 November 2016.

Sam yang mengaku sebagai Ketua Pengusaha Indonesia Muda itu menyebut, pernyataan Ahok dalam wawancara dengan media asing itu sangat memalukan. Dirinya merasa terhina atas pernyataan Ahok itu, karena ia yang mengikuti demo tersebut sama sekali tidak mendapatkan bayaran.

"Kita tidak demo bayaran, maaf yah, cincin saya ini Rp600 juta, bukan saya dapat Rp500 ribu," katanya seperti dilansir VIVAnews.

Tudingan Ahok yang dimuat media asing ABC News menuai banyak kecaman. Beberapa pihak sudah melaporkan Ahok ke polisi atas ulahnya ini.

Sumber : Muslimina

Sunday, November 20, 2016

Dilarang Azan Oleh Israel, Warga Yerusalem Serentak Melawan Dengan mengumandangkan Azan Di Atap Rumah Mereka

PERAWANGPOS -- Menanggapi rencana pemerintah "Israel" untuk melarang adzan di Yerusalem, penduduk Yerusalem naik ke atap rumah mereka dan mengumandangkan azan bersama-sama, sebagaimana dilansir MEMO, Jum'at (18/11/2016).

Dalam rekaman video yang beredar di media sosial, warga dapat dengan jelas mendengar adzan yang dilantunkan warga dari atap rumah mereka sebagai protes terhadap peraturan yang melarang adzan di Yerusalem.

Gereja-gereja di Nazareth menunjukkan solidaritas dengan menyiarkan adzan dalam menanggapi upaya untuk melarang adzan yang disiarkan dari Masjid Al-Aqsa.

Selama dua minggu terakhir, "Israel" telah berupaya untuk melarang adzan.

Perdana Menteri "Israel" Benjamin Netanyahu yang telah mendukung RUU untuk melarang adzan, mengatakan: "Israel adalah negara yang menghormati kebebasan beribadah bagi semua orang beragama dan berkomitmen untuk melindungi orang-orang yang menderita akibat kebisingan yang disebabkan oleh pengeras suara."

Menentang tindakan Knesset "Israel", anggota Arab di Knesset "Israel" Ahmad El-Tibi dan Talab Abu Arar mengumandangkan adzan di parlemen "Israel"

Sumber : Arrahmah

Saturday, November 19, 2016

Trump Menang, Muslimah AS Takut Kenakan Jilbab

PERAWANGPOS -- Seorang wanita Muslim menilai jalan-jalan di Amerika Serikat tidak lagi aman baginya yang mengenakan jilbab, terutama setelah Donald Trump terpilih sebagai presiden melalui pilpres pekan lalu. Menurutnya, retorika yang diluncurkan selama masa kampanye telah menebarkan ketakutan dan kebencian bagi umat Muslim di negara itu. 

Alaa Basatneh, seorang penulis seputar isul keadilan sosial untuk situs media berita dan budaya, Fusion , tinggal di Miami dan telah mengenakan jilbab selama 12 tahun terakhir. Namun, ia memutuskan untuk menanggalkan jilbabnya dan mengenakan topi ketika ia keluar rumah pada Rabu (17/11), sepekan setelah Trump mendulang mayoritas suara pemilih dalam pilpres. 

"Tidak lagi aman untuk berjalan di daerah ini dengan mengenakan jilbab," katanya.

Basatneh kemudian menceritakan pengalaman pahitnya mendapat perlakuan dikriminatif dari sesama warga AS. Ketika tengah menunggu di ruang tunggu sebuah rumah sakit, seorang pria kulit putih yang lebih tua dan duduk di dekatnya mengeluarkan pisau saku dan meletakkannya di kursi kosong di antara mereka. 

"Saya merasa terancam. Saya kaget. Dan saya seperti sedang menunggu untuk ditusuk hanya karena saya mengenakan jilbab," tuturnya. 

Basatneh mengatakan bahwa ketika pria itu berdiri dari tempat duduknya, ia berkata "deportasi saja mereka semua" sambil berjalan melewatinya. Lebih buruk lagi, tidak ada satupun warga lainnya di ruangan itu yang bereaksi atas ujaran kebencian yang dilontarkan pria itu. 

"Ada sekitar 20 orang di ruangan itu. Dan semua orang hanya lanjut berbicang saja, seolah tak ada yang terjadi," katanya. 

Ia menilai ujaran kebencian yang diluncurkan pria itu maupun ketakutannya tumbuh dari sejumlah retorika Trump yang dinilai anti-Muslim. Pasalnya, konglomerat asal New York itu kerap menyerukan pelarangan masuk AS bagi seluruh umat Muslim, dengan dalih mencegah penyusupan teroris. 

Belakangan, ia menyerukan tes ideologi yang ketat bagi warga Muslim yang ingin menginjakkan kaki di Negeri Paman Sam itu. 

"[Trump] benar-benar membuka luka besar dalam komunitas Muslim. Dan bagi saya, secara pribadi, saya pikir dia perlu meminta maaf atas apa yang dia katakan. Dan... meyakinkan komunitas Muslim bahwa kita akan aman," tutur Basatneh. 

Basatneh mengaku kerap kali menerima perlakuan diskriminatif maupun ujaran kebencian sebelumnya, tapi tak pernah melibatkan senjata. Ia pun punya saran bagi warga Amerika terhadap tetangga mereka yang Muslim. 

"Kenali tetangga Muslim Anda. Kenali lebih jauh tentang Islam ... kalian akan tahu bahwa kami mengulurkan tangan dan terbuka," ujarnya. 

Dalam wawancara dengan CNN yang ditayangkan pada Minggu (13/11), Trump meminta pendukungnya untuk menghentikan aksi diskriminatif dan melecehkan kaum minoritas. Meski demikian, sejumlah kasus Islamofobia dan xenofobia muncul selama sepekan terakhir. 

Kasus yang menyiratkan sentimen Islamofobia muncul di New York University (NYU) Tandon School of Engineering pada Kamis (10/11) lalu. Menurut otoritas kampus, sejumlah siswa menemukan nama presiden AS terpilih itu tertulis di depan pintu ruang ibadah bagi umat Islam di gedung kampus mereka. 

Kasus lainnya terlihat dari grafiti berbau rasisme di salah satu dinding kamar mandi di gedung sekolah Minnesota High School. Tulisan yang terpampang di pintu kamar mandi sekolah itu bertuliskan "hanya untuk kulit putih", "Amerika kulit putih", dan "Trump". 

Sumber : CNN

Tuesday, November 15, 2016

Skor 4 : 1, Kubu Ahok Kocar kacir

PERAWANGPOS -- Jumlah total saksi ahli ada 39 orang. Terdiri dari ahli agama, pidana, IT dan bahasa. Lama gelar perkara dari jam 9 pagi sampe Magrib.

Laporan dari Habiburahman, tentang gelar perkara di Mabes Polri : 8 ahli yg dihadirkan Polri : 3 ahli agama (MUI, Muhamadiyah , PB NU) Mengatakan Ahok Menista Agama, 1 Ahli IT katakan benar Ahok pidato seperti itu, 2 Ahli Bahasa memihak Ahok, 1 Ahli Pidana Mebela Ahok, 1 Ahli pidana yg semula membela Ahok tiba2 meralat dan tidak lagi membela Ahok.

Menurut Neno Warisman, kita menang telak. Kubu Ahok kocar-kacir. Saksi ahli bahasa dari Ahok 1 orang bernama Umar Muslim (ateis). Dia bilang tidak ada penistaan. Saksi linguist dari Bareskrim ada 2 orang dan 2 orang lagi dari pihak pelapor. Jadi ada 5 orang saksi ahli bahasa. Ke 4 saksi ahli ini nyatakan Ahok menista. Jadi 4:1.

Sumber : Zeng Wei Jian

Monday, November 14, 2016

Habib Rizieq Hadiri Gelar Perkara Penistaan Agama Di Mabes Polri. Ahok Tak Hadir

Ahok dan Habib Rizieq

PERAWANGPOS -- Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Muhammad Rizieq Syihab menyambangi Mabes Polri, Selasa (15/11), pagi sebagai ahli untuk menghadiri gelar perkara dalam kasus penistaan agama. Terlapor dalam kasus ini adalah Gubernur DKI Jakarta non-aktif Basuki T Purnama (Ahok).

“Saya di sini sebagai ahli,” kata Habib Rizieq, Selasa (15/11).

Sementara pihak terlapor, Ahok, tak menghadiri gelar perkara atas kasus penistaan agama ini. Ketua Tim Kuasa Hukum Ahok, Sirra Prayuna mengatakan, Ahok diwakili kuasa hukumnya.

Menurut Sirra, selain kuasa hukum, ada sembilan orang dari pihak Ahok. Mereka terdiri dari ahli dan saksi fakta.

“Kami menghadirkan ahli enam orang dan saksi fakta tiga orang,” ujar Sirra Prayuna kepada wartawan, Selasa (15/11) pagi di Mabes Polri.

Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Pol. Boy Rafli Amar mengatakan, sebanyak 20 orang saksi ahli akan dihadirkan dalam gelar perkara kasus ini. Mereka berasal dari ahli bahasa, tafsir dan agama.

Sementara jumlah pelapor bertambah menjadi 13 pelapor dari sebelumnya 11 pelapor. Laporan-laporan tersebut mewakili perseorangan dan lembaga atau organisasi masyarakat.

Sumber : Salam Online

Saturday, November 12, 2016

Terkait Bom di Samarinda, Pengamat Minta Agar Diadakan Test Urine. Mengapa?

PERAWANGPOS -- Pasca ledakan bom molotov di Gereja Oikumene, Samarinda (13/11), netizen ramai memunculkan kembali prediksi pengamat teroris Mustofa Nahrawardaya soal kemungkinan “aksi teror” pasca demonstrasi 4 November 2016.

Sebelumnya, Mustofa di akun Twitter menulis: “Hari-hari penuh kebohongan begini, biasanya ada kejadian-kejadian terkait terorisme yang mengejutkan. Coba besok kita lihat.” (06/11).

Mustofa semua pihak mewaspadai “aksi terror” jelang Desember 2016. “Begitulah. Apalagi mendekati Desember,” tulis @TofaLemon menanggapi komentar akun ‏@lawan077. Sebelumnya @lawan077 menulis: “@TofaLemon bener juga ramalan Ente hari ini BOMnya baru meledak.”

Diberitakan sebelumnya, pelaku pelempar bom molotov di Gereja Oikumene, Samarinda, berhasil ditangkap polisi. Pelaku yang beralamat di wilayah Bogor, Jawa Barat itu mengenakan kaos bertuliskan “Jihad”.

Ledakan terjadi sekitar pukul 10.30 Wita di saat sedang berlangsung ibadah gereja. Sejumlah korban menderita luka-luka. Empat motor rusak terkena ledakan.

Terkait tertangkapnya pelaku, Mustofa meminta pelaku di-test urine. “Sekali2, pelaku bom Gereja mbok dii test Urine,” tulis @TofaLemon.

Sumber : Intelijen

Saturday, November 5, 2016

Manfaatkan Situasi, 15 Orang Penjarah Berhasil Diamankan. Penjarahan Tidak Termasuk Dalam Aksi Damai

PERAWANGPOS -- Kepolisian Republik Indonesia telah mengamankan 15 orang yang masih menjalani pemeriksaan 1x24 jam yang diduga melakukan penjarahan terhadap satu toko ritel yang terjadi di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara, Jumat malam (4/11).

Sejumlah orang diketahui melakukan kerusuhan dan membakar sepeda motor, bahkan menjarah sebuah toko ritel. Aksi kerusuhan ini sempat mengganggu kegiatan masyarakat.

"(Kerusuhan) Murni kriminal, ingin manfaatkan situasi," kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Inspektur Jenderal  Boy Rafli Amar saat konferensi pers di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta, Sabtu (5/11).

Menurut Boy, aksi ini dilakukan oleh warga yang tergabung dalam masyarakat dari Luar Batang. Tindakan itu diakuinya telah mengganggu masyarakat yang melintas kawasan tersebut.

Selain penjarahan, Boy mengatakan, warga yang melakukan kerusuhan itu juga memiliki keinginan untuk merusak kendaraan yang melintas. Beruntung, tindak kekerasan di Penjaringan itu dapat dikendalikan aparat beberapa jam kemudian.

Meski demikian, Boy mengatakan, aksi itu tidak terkait dengan aksi damai yang berujung ricuh di persilangan Monas dan Istana Negara, Jakarta Pusat. Kerusuhan di Penjaringan diindikasikan sebagai bentuk pemanfaatan situasi yang berlangsung di Jakarta Pusat.

Dalam kerusuhan di Penjaringan, sejumlah orang bahkan melempari aparat, polisi dan TNI dengan batu. Aparat juga telah menembakkan gas air mata dan water canon untuk memukul mundur masyarakat.

"Mereka (penjarah) tidak jadi bagian dari pengunjuk rasa di Medan Merdeka Barat. Ini murni kriminal," ujarnya.

Boy menduga kericuhan semalam memiliki koordinator. Meski demikian, ia masih belum dapat menyebutkan dalang aksi tersebut karena masih lakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Sumber : CNN

Thursday, November 3, 2016

"Picu Isu SARA, Penjarakan Pendeta Gilbert!"

PERAWANGPOS -- Pemikir Islam Muhammad Ibnu Masduki menyesalkan ciutan Gilbert Lumoindong di akun Twitter @PastorGilbert, yang justru memprovokasi perpecahan umat beragama. @PastorGilbert terus memenuhi lini masa-nya dengan komentar dan sindiran pedas soal aki massa 4 November.

“Seharusnya, di saat situasi politik memanas terkait penistaan agama yang dilakukan Ahok, Gilbert tidak usah ikut memprovokasi umat lain,” kata Ibnu Masduki kepadaintelijen (03/11).

Secara khusus, Ibnu Masduki menyoal pernyataan Gilbert yang meminta KPK memeriksa aliran dana Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) yang akan digunakan untuk mendukung aksi umat Islam 4 November.

Kata Ibnu Masduki, pernyataan Gilbert justru memunculkan konflik baru, padahal selama ini demo 4 November hanya minta penegakan hukum atas kasus penistaan agama oleh Ahok.

“Padahal kawan-kawan non Islam sudah bergabung di demo 4 November, meminta penegakan hukum kasus penistaan agama oleh Ahok. Ini bukan konflik Islam-Kristen, kebetulan Ahok itu Kristen tetapi tidak ada hubungannya bahwa yang dimusuhi itu agamanya,” papar Ibnu Masduki.

Ibnu Masduki meminta aparat kepolisian untuk segera menangkap Gilbert Lumoindong karena pernyatannya bisa memicu munculnya konflik SARA. “Lebih baik diamankan dulu Gilbert,” tegas Ibnu Masduki.

Kendati aneh, pemuka agama Gilbert meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa sumbangan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI). “Wah KPK harus turun tangan nih!!,” tulis @PastorGilbert mengomentari tulisan bertajuk “Demo Ahok Ini Kami Disubsidi Lebih Rp100 miliar.” Tulisan itu mengutip pernyataan Ketua GNPF-MUI Bachtiar Nasir yang mengungkapkan sumbangan umat Islam untuk aksi Bela Islam II, 4 November.

Intelijen

Kominfo Blokir 11 Situs Yang Diduga Mengandung Konten SARA. Termasuk Portal Piyungan

PERAWANGPOS -- Kementerian Komunikasi dan Informatika memblokir 11 situs yang diduga mengandung konten Suku, Agama dan Ras (SARA). Penutupan ini terjadi jelang aksi demo besar-besaran pada 4 November 2016, besok.

Dalam surat yang dikirimkan ke sejumlah Internet Service Provider (ISP), Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kemenkominfo meminta 11 situs tersebut diblokir sementara.

“Itu memang permintaan dari beberapa instansi terkait, kolaborasi antara pihak kepolisian, BIN (Badan Intelejen Negara) dan laporan warga,” kata Plt Pusat Humas dan Informasi Kominfo Noor Iza, saat berbincang dengan CNNIndonesia.com.

Dia tidak mengelak bila penutupan ini memang terjadi jelang aksi demo pada 4 November 2016 yang akan diikuti setidaknya ratusan ribu umat Islam. Karena ditakutkan makin memperkeruh suasana.

“Sebenarnya permintaan untuk memblokir itu sudah ada beberapa waktu lalu, namun semakin ke sini (dekat dengan demo) permintaannya semakin besar. Maka dari itu kami perlu menindak,” katanya.

Saat CNNIndonesia.com mencoba untuk membuka salah satu dari situs tersebut, memang pihak operator dan ISP sudah melakukan pemblokiran.

Sebelas situs tersebut adalah:

Lemahirengmedia.com,
portalpiyungan.com,
suaraislam.com
smstauhiid.com,
beritaislam24h.com
bersatupos.com
pos-metro.com
jurnalmuslim.com
mediankri.net
lontaranews.com
nusanews.com.

Sumber : CNN

Monday, October 31, 2016

Loyalis Jokowi ;"Rezim Ini Telah Menempatkan Ahok Diatas Kepentingan Negara"

PERAWANGPOS -- Rezim Joko Widodo telah menempatkan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang telah menistakan agama, di atas negara.

Penegasan itu disampaikan pimpinan Komisi Rumah Amanah Rakyat, Ferdinand Hutahaean (30/10). “Ahok ditempatkan di atas negara. Ahok ditempatkan lebih penting dari negara. Hampir semua lembaga di bawah rejim berkuasa bekerja untuk melindungi Ahok sang terlapor penistaan agama sebagaimana yang diatur KUHP Pasal 156,” tegas Ferdinand.

Mantan loyalis Joko Widodo ini menegaskan, upaya melindungi Ahok harus dibayar mahal dengan pengerahan pasukan besar-besaran untuk menghadapi aksi massa umat Islam yang direncakan pada tanggal 04 Nopember 2016.

“Negara akan mengeluarkan biaya ratusan miliar dan ribuan mungkin puluhan ribu pasukan untuk berhadap-hadapan dengan aksi massa yang menuntut penegakan hukum secara berkeadilan dan menghargai rasa keadilan sosial masyarakat,” jelas Ferdinand.

Menurut Ferdinand, tindakan yang dilakukan penguasa saat ini, sebuah pilihan yang terlalu sadis memilih mempertaruhkan nasib bangsa demi perlindungan sempurna kepada Ahok dari penegakan hukum.

Ferdinand menilai, pemerintah atas nama kekuasaan memilih untuk menghadapkan ekspektasi penegakan hukum publik ke depan kekuatan aparat. Pemerintah memilih melawan tuntutan penegakan hukum hanya untuk melindungi satu orang bernama Ahok. “Pemerintah memilih mempertaruhkan kondusifitas dan keamanan serta kestabilan bangsa demi melindungi sang terlapor peninstaan agama bernama Ahok,” papar Ferdinand.

Tak hanya itu, kata Ferdinand, Ahok yang selalu mendefinisikan diri dengan konstitusi dan Pancasila sesungguhnya tidak paham tentang Pancasila dan Konstitusi. “Siapapun pejabat negara tidak boleh arogan atas nama aturan dan jabatan menjadi semena-mena dan bisa bicara apapun serta boleh menistakan ajaran agama. Ini kekeliruan berpikir Ahok sehingga dia merasa lebih tinggi dari negara dan negara harus kalah kepadanya. Sungguh ini pelecehan terhadap Indonesia yang besar,” ungkap Ferdinand.

Ferdinand pun meminta dan memohon kepada TNI/POLRI agar bersikap mengutamakan keselamatan bangsa dan negara di atas kepentingan seorang Ahok. “Secara fisik, Ahok harus dilindungi dan dijaga karena itu hak konstitusi mendapatkan rasa aman. Namun secara hukum, Ahok tidak boleh dilindungi atas perilakunya yang diduga menistakan ajaran agama Islam,” pungkas Ferdinand.

Sumber : intelijen

Thursday, October 27, 2016

"Allahuakbar..." Koalisi Arab Berhasil Hancurkan Rudal Yang Mengarah Ke Mekkah

PERAWANGPOS -- Koalisi Arab Saudi mengumumkan pasukannya berhasil mengintersepsi rudal balistik yang diluncurkan dari wilayah Yaman dan menargetkan kota suci Mekkah pada pekan ini. Serangan ini merupakan salah satu yang berhasil digagalkan Saudi di tengah konflik di Yaman yang berkepanjangan. 

Kantor berita Arab Saudi, SPA, melaporkan bahwa rudal itu berhasil dihancurkan pada Kamis (27/10) sekitar 65 kilometer menuju kota tersuci bagi umat Muslim. Aksi ini tidak menimbulkan kerusakan atau korban jiwa. 

Menurut laporan SPA, rudal itu diluncurkan dari Saada, wilayah yang dikuasai pemberontak Houthi di Yaman. 

Kelompok Houthi mengonfirmasi peluncuran rudal balistik Burkan-1 ke Saudi melalui pernyataan resmi yang dirilis kantor berita mereka pada Jumat (28/10). Meski demikian, menurut laporanReuters, Houthi mengklaim bahwa serangan itu menargetkan Bandara Internasional King Abdulaziz di Jeddah, salah satu bandara tersibuk di Saudi. 

Kelompok Houthi, yang dibekingi Iran dan pendukung mantan presiden Ali Abdullah Saleh, memang menargetkan sejumlah kota perbatasan Saudi, sejak negara kerajaan itu memimpin koalisi serangan udara di Yaman pada Maret 2015 untuk mendukung Presiden Rabbu Mansour Hadi menghadapi pemberontakan. 

Kelompok bersenjata Syiah ini masih menguasai sebagian besar wilayah utara Yaman, termasuk ibu kota Sanaa. 

PBB memperkirakan konflik berkepanjangan di Yaman telah menewaskan 10 ribu orang, terdiri dari warga sipil dan kelompok bersenjata. 

Krisis pangan turut membayangi konflik di salah satu negara Arab termiskin itu. Sekitar 14 juta dari 26 juta warga Yaman yang terjebak dalam pertempuran butuh bantuan makanan, dan 7 juta di antaranya terancam krisis pangan.

Sumber : CNN

Wednesday, October 26, 2016

Laskar Kristen Tuntut Pembongkaran Mesjid berusia 47 Tahun. Teriakan "Allahuakbar" Gentarkan Laskar Kristus

PERAWANGPOS -- Saat ini (27/10/2016), laskar Kristen melakukan aksi demo dipusat kota Manado. Mereka menuntut pembongkaran Mesjid Al Khairiyah yang mereka anggap tidak memiliki IMB. Demo ini sudah yang ketiga kalinya.

Komposisi Islam - Kristen di kota Menado 50 : 50. Umur Masjid Texas kota Manado ini sudah 47 Tahun, dan berada di tengah tengah kota Manado, dan di gunakan oleh pada karyawan yang bekerja dan musafir yg ada di tengah tengah kota Menado.

Ketua pembangunan dan Renovasi Masjid ini adalah sdr Djafar Alkatiri ketua DPW PPP Sulut. Pemuda adat Kristen kota Menado mempersoalkan IMB dan sertivikat, sebab sertivikat tanah masjid ini telah di rampas oleh pemkot Menado.

Demo tadi sore yang di lakukan oleh pemuda adat Kristen di hadang oleh pemuda masjid dan sudah siap Jihad dan Sahid, tapi alhamdulilla kedua belah pihak di hadang oleh 3 lapis barikade polisi.

Ketika pemuda adat Kristen mau merangkak mendekati Masjid salah seorang Polisi berteriak Allahu Akbar... Allahu Akbar, sampai-sampai Kapolresnya yang beragama Kristen ketakutan.

Begitu salah seorang Polisi teriak Allahu Akbar.. Langsung bubar semua, seandainya tadi kalau polisi tidak tegas maka manado bisa jadi Ambon ke dua.

Info ini hasil pembicaraan ssta 20 menit yg lalu dengan ketua DPW PPP Sulut sdr Djafar Alkatiri Habil.

Saturday, October 22, 2016

Ini Alasan Kenapa Metro Tv Sangat Benci Islam

PERAWANGPOS -- Publik tahu mengenai tingkah laku Metro TV yang rasis, cenderung memihak kelompok dan golongan tertentu, serta amat sangat memusuhi umat Islam. Namun, akhirnya alasan di balik semua itu terungkap.

Berikut alasannya:

1. MetroTV bukan milik Surya Paloh

Sebagian besar rakyat mengira bahwa Metro TV adalah milik Surya Paloh. Namun kenyataannya tidak demikian. Metro TV adalah milik James Riady dan Antony Salim. Metro TV adalah milik PT.Media Televisi Indonesia (MTI) dan MTI adalah anak perusahaan dari PT. Multipolar, Lippo grup. LIPPO GRUP adalah kerajaan bisnis James Riady, seorang agen china military intellegency (hasil investigasi otoritas AS atas Lippogate).

Kenapa Lippo Grup sangat eksis di Indonesia?

Lippo dibantu Global China Resources Ltd, sebuah _Perusahaan kedok China Military Intelligence,_ Lippo juga dibantu oleh Salim Grup. Ayah James, yaitu Muchtar Riady adlh mantan Dirut Bank BCA saat dimiliki Salim Grup. Sehingga bisa dikatakan bahwa Lippo dan Salim adalah sekutu.

Jadi, jangan heran jika Surya Paloh tidak punya kuasa dan kewenangan sediktpun dalam menentukan kebijakan dan arah Metro TV. Pemberitaan atau redaksi Metro TV semua bersumber dan atas persetujuan dari James Riady.

2. Agenda Politiknya : Sekulerisasi Indonesia dan Hancurkan Islam

Jajaran Direksi PT Media Televisi Indonesia, berisikan mayoritas cina, mayoritas non muslim, kecuali Surya Paloh yang dijadikan sebagai tameng, bumper, pengelabuan publik dan kamuflase konspirasi jahat terhadap Islam. Siaran Metro TV ditentukan oleh Pemrednya:

Elman Saragih
Laurens Tato
Putra Nababan
Andi F. Noya
Saur Hutabarat

Mereka non Muslim semua.

Apakah itu SARA? Tidak! Tidak boleh menuduh SARA kepada non muslim. Hanya muslim dan umat Islam yg boleh dituduh SARA, itu protapnya. Hanya umat Islam Indonesia yang perilakunya SARA, RASIS, Diskriminatif, Teroris. Non Islam tak boleh dituduh seperti itu. Tidak boleh !!!

Sama seperti perusahaan-perusahaan Lippo, Salim, Sinar Mas, Gemala Grup dll. Semua perusahan konglo cina ini perlakukan Islam = sampah Kelas III. Apalagi di Gemala & Wahana Tata Grup milik keluarga Wanandi, tidak ada karyawan muslim yg ditunjuk jadi direksi, GM, dsb. Islam sama dengan kusta … itulah Metro TV. yg di dalamnya banyak konspirasi jahat utk memerangi kita!

Demi kebaikan Muslim, tinggalkan Metro TV. Jangan tonton acaranya, agar ratingnya rendah. terlalu keji Ia memusuhi Islam & Muslimin sejak 2012 lalu.

Sumber: (yesmuslim)

Friday, October 14, 2016

Tiga Tuntutan Pendemo Atas Ahok

PERAWANGPOS -- Ribuan pendemo dari Gerakan Masyarakat Jakarta (GMJ) sempat mendatangi Badan Reserse Kriminal Mabes Polri sebelum mengepung Balai Kota. Di Bareskrim, para pendemo melaporkan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan meminta Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk menyelidiki dan memidanakan Ahok.

Selain GMJ, unjuk rasa juga diikuti oleh sejumlah ormas Islam lain seperti Front Pembela Islam (FPI) dan Majelis Penyelamat Jakarta (MPJ). Ribuan orang tumpah ruah di jalanan yang menjadi rute perjalanan para pendemo.

Dalam rilis yang diterima, ada tiga sangkaan dari para pendemo yang intinya menyebut Ahok telah menghina atau menyakiti umat Islam. 

Ketiga sangkaan itu adalah, pertama, Ahok telah menyatakan pembohongan Alquran Surat Al-Maidah ayat 51.

Kedua, Ahok melarang pedagang kambing/sapi dari luar daerah berdagang di Jakarta pada Hari Raya Idul Adha dengan alasan mengotori lingkungan.

"Sehingga kami umat Islam DKI sulit untuk membeli kambing atau sapi untuk hewan kurban kami umat Islam," demikian rilis pernyataan dari para pendemo.

Sangkaan ketiga adalah kebijakan Ahok memperbolehkan penjualan minuman keras (bir). "Padahal, MUI telah membuat fatwa untuk melarang minuman keras diperjualbelikan, karena berdampak negatif bagi generasi bangsa Indonesia."

Dari ketiga sangkaan itu, para pendemo meminta kepolisian untuk memidanakan Ahok yang saat ini tengah maju di Pilkada DKI Jakarta.

Sumber : CNN

Wednesday, October 12, 2016

Nusron Purnomo, 8 Menit Bicara, 8 Kesalahan Fatal

PERAWANGPOS -- Meskipun dengan gaya Arogan mengklaim “saya sampaikan ini dengan kebenaran”, ternyata sejak awal bicara di ILC, banyak kesalahan dalam ucapan Nusron Wahid.

8 menit bicara, ternyata ada 8 kesalahan Nusron Wahid. Rata-rata ada satu kesalahan pada setiap menit.

1. Umat Islam Biasa Salah Paham atau Pahamnya Salah.

Di awal paparannya, Nusron Wahid mengatakan: “Umat Islam ini memang biasa ramai. Ramainya umat Islam selalu disebabkan oleh dua hal; kalau nggak salah paham ya pahamnya salah” Benarkah umat Islam biasa ramai dalam konotasi negatif? Dan ramainya karena salah paham atau pahamnya salah? Seakan-akan umat Islam jarang benar. Mari kembali membaca sejarah. Sejak zaman Rasulullah, umat Islam membalikkan kondisi zaman dari zaman jahiliyah menuju peradaban yang gemilang. Ketika Eropa masih mengalami masa kegelapan (dark age), umat Islam telah mencapai kemajuan dan kejayaan; mulai dari perekonomian hingga sains. Di Indonesia, Islam masuk dan menyebar dengan cepat melalui dakwah damai Wali Songo. Bukan dibawa oleh penjajah dan tanpa kekerasan. Lalu ketika ada penjajahan, dengan diiringi takbir, umat Islam-lah yang mengusir penjajah. Hingga saat ini, kaum minoritas juga terlindungi oleh umat Islam di Indonesia. Berbeda jauh dengan negeri-negeri yang ketika umat Islam minoritas, lalu terzalimi seperti di Rohingya.

2. Teks apa pun bebas tafsir

Selanjutnya Nusron Wahid mengatakan: “Saya ingin menegaskan di sini, yang namanya teks apapun itu bebas tafsir. Bebas makna. Yang namanya Al Quran yang paling sah untuk menafsirkan, yang paling tahu tentang Al Quran itu sendiri adalah Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya. Bukan Majelis Ulama Indonesia.” Teks apa pun bebas tafsir? Lalu yang dimaksud adalah, Al Quran bebas tafsir sehingga siapa pun bebas menafsirkannya karena yang paling tahu tentang Al Quran adalah Allah dan RasulNya? Justru karena yang paling tahu tentang Al Quran adalah Allah dan RasulNya, maka Al Quran tidak bebas tafsir dan tidak bebas makna. Tetapi tafsirnya harus sesuai dengan firman Allah (Al Quran) dan sabda Rasulullah (hadits). Dan yang paling tahu tentang Al Quran dan hadits adalah para ulama. Bukan sembarang orang. Dan karenanya ada syarat yang berat bagi seseorang (ulama) yang ingin menjadi mufassir Al Quran. Tidak lantas dengan alasan bebas tafsir siapapun boleh menafsirkan lalu tidak ada benar dan salah. Sampai-sampai Ibnu Katsir mencantumkan hadits ini di muqaddimah tafsirnya:

Dalam hadits disebutkan,
مَنْ قَالَ فِى الْقُرْآنِ بِرَأْيِهِ فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ

“Barangsiapa berkata tentang Al Qur’an dengan logikanya (semata), maka silakan ia mengambil tempat duduknya di neraka” (HR. Tirmidzi)

3. MUI harus tabayun dengan memanggil Ahok

Nusron Wahid dengan melotot menyebut MUI harusnya tabayun dengan memanggil Ahok sebelum mengeluarkan sikap resmi. Benarkah setiap non muslim yang melecehkan Islam harus ditanya apa maksud sesungguhnya ketika dia mengucapkan kata-kata itu? Ternyata tidak. Ketika Abu Lahab melontarkan kata-kata yang tidak pantas kepada Rasulullah, Allah tidak memerintahkan Rasulullah memanggilnya untuk tabayun. Namun Allah langsung menurunkan surat Al Lahab. Ketika orang-orang Yahudi di Madinah berkhianat, mereka juga tidak dipanggil oleh Rasulullah untuk ditanya apakah maksud mereka berkhianat. Karena tentu mereka akan mengelak.

4. Yalunahum yalunahum yalunahum yalunahum

Nusron Wahid mengatakan: “Untuk membuktikan apa yang saya sampaikan, saya ingin mengutip sebuah hadits Nabi. Nabi pernah mengatakan, khairul quruuni qarni tsummal ladziina yaluunahum tsummal ladziina yaluunahum tsummal ladziina yaluunahum yalunahum yalunahum yalunahum.” Nusron Wahid mengatakan itu dengan maksud menunjukkan bahwa di zaman khalifah Abbasiyah ada gubernur non muslim dan ia mengklaim zaman itu zaman terbaik. Adakah hadits seperti yang disebutkan Nusron Wahid itu? Yang ada adalah “khairul quruuni qarni tsummal ladziina yaluunahum tsummal ladziina yaluunahum” menunjukkan bahwa sebaik-baik masa adalah masa Rasulullah (sahabat), kemudian masa tabi’in dan kemudian masa tabi’ut tabi’in.

5. Gubernur non muslim pada masa Abbasiyah

Nusron Wahid menceritakan bahwa pada masa Abbasiyah, Khalifah ke-16 Al Mu’tadid Billah menunjuk non muslim (Kristen) bernama Umar bin Yusuf menjadi Gubernur di Irak. Dengan contoh ini, Nusron ingin menunjukkan bahwa boleh memilih gubernur non muslim. “Apakah di waktu itu tidak ada Surat Al Maidah 51? Apakah pada masa itu tidak ada ulama-ulama yang menafsirkan Al Maidah? Mohon maaf, apakah ulama-ulama yang pada masa itu, kalah shalih kalah alim dengan ulama-ulama hari ini?” kata Nusron sambil melotot. Mestinya, jika Nusron Wahid konsisten dengan hadits yang ia kutip (khairul quruuni qarni tsummal ladziina yaluunahum tsummal ladziina yaluunahum), cukuplah itu menjadi jawaban. Bukankah Umar bin Khattab pernah menyuruh Abu Musa Al Asy’ari memecat sekretarisnya karena ia Nasrani lalu Umar membaca Surat Al Maidah ayat 51? Lalu kisah pemecatan ini diabadikan Ibnu Katsir dalam tafsirnya. Mana yang lebih baik, masa Umar yang merupakan masa sahabat atau masa daulah Abbasiyah? Jika Nusron Wahid konsisten, jawaban atas pertanyaan ini akan membuatnya malu untuk berteriak-teriak di depan ulama. 

6. Syariat Islam dihormati dalam ranah privat

Apakah pernyataan bahwa syariat Islam harus dihormati dalam ranah privat bukan merupakan bagian dari propaganda sekulerisme? Bukankah dalam ranah publik pun syariat Islam juga harus dihormati? Kalaupun benar syariat Islam harus dihormati (hanya) dalam ranah privat, mengapa Nusron Wahid mempersoalkan orang yang tidak memilih Ahok dengan alasan Surat Al Maidah ayat 51? Bukankah itu privasi orang tersebut?

7. Ayat Al Maidah tidak ada kaitannya dengan politik

Nusron Wahid mengatakan, “Ayat Al Maidah (51) tidak ada kaitannya dengan politik” Apakah kaitannya dengan ekonomi? He he

8. Al Maidah 51 multi tafsir

Nusron Wahid mengatakan, "Al Maidah 51 multi tafsir" Cobalah buka tafsir-tafsir yang menjadi rujukan umat Islam? Mulai dari Ibnu Katsir, Ath Thabari, Al Maraghi, hingga Fi Zhilalil Quran dan Tafsir Al Azhar. Di manakah letak multi tafsirnya? [Pp]

Sumber : TribunIslam

Saturday, October 8, 2016

Ahok Lecehkan Alquran, Pendeta Gilbert Ikut Panaskan Suasana

PERAWANGPOS -- Pendeta Gilbert Lumoindong memuji sikap Bareskrim Mabes Polri yang kabarnya menolak laporan masyarakat terkait penistaan agama yang dilakukan cagub DKI Petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Di satu sisi, pemikir Islam Muhammad Ibnu Masduki, menyesalkan sikap Pendeta Gilbert tersebut. Di mana, semua pihak menahan diri untuk tidak ikut terpancing isu “penistaan Ahok kepada agama Islam”, Gilber yang non Muslim justru ikut memanaskan suasana dengan mengomentari kasus Ahok.

“Pendeta Gilbert memuji sikap polisi yang menolak aduan masyarakat terkait pelecehan Al Qur’an oleh Ahok. Pada situasi saat ini, pernyataan Gilbert itu sama saja dengan memprovokasi konflik SARA,” kata Ibnu Masduki kepadaintelijen (07/10).

Menurut Ibnu Masduki, tidak sedikit warga non Muslim yang mengecam pernyataan Ahok yang menyinggung Surat Al Maidah 51. “Mantan Pangdam DKI Jaya Letjen (Purn) Johanes Suryo Prabowo yang seorang Katolik saja mengkritik sikap Ahok. Tokoh Tionghoa Lieus Sungkharisma, Zeng Wei Jian juga menilai Ahok telah melecehkan Al Qur’an,” papar Ibnu Masduki.

Ibnu Masduki menduga, Pendeta Gilbert Lumoindang mempunyai kepentingan menaikkan elektabilitas Ahok. “Biar umat Islam tersulut emosi dan anarkis, maka Ahok yang minoritas akan mendapat panggung bahkan di dunia internasional,” papar Ibnu Masduki.

Tak hanya itu, kata Ibnu Masduki, sikap yang ditunjukkan Pendeta Gilbert itu akan semakin memperuncing hubungan antara Islam dan nonIslam. “Padahal temen-teman non Islam ada yang akan melaporkan pelecehan Ahok ke kepolisian,” pungkas Ibnu Masduki.

Sebelumnya, Pendeta Gilbert Lumoindong ‘menyanjung’ pihak Bareskrim Mabes Polri yang menolak laporan masyarakat terkait penistaan Agama yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.

“Hidup Polisi, Polisi tidak mau diseret-seret ke urusan Politik,” kata Gilbert Lumoindong di akun Twitter- @pastorGilbertL. @pastorGilbertL mengomentari tulisan bertajuk “Bareskrim Tolak Laporan Penistaan Agama Ahok”, Jumat (07/10).

Sumber : Intelijen

Friday, October 7, 2016

"Ayoo... Cagub DKI Jual Gagasan Dong, Jangan Isu SARA Melulu !!!"

PERAWANGPOS -- Pasangan cagub dan cawagub Anies Baswedan-Sandiaga Uno menantang pasangan cagub lain untuk berperang 'fair' di lini masa atau dunia digital alih-alih melakukan black campaign dan bullying.

Hal ini disampaikan oleh Juru Bicara Anies-Sandi, Anthony Leong. "Kita suarakan dukungan yang etis, bukan menyerang. Kita condongkan figur pasangan calon dan adu perihal gagasan," ujarnya, Kamis 6 Oktober 2016. Anthony juga meminta warga Jakarta cermat melihat setiap tujuan di balik peristiwa, terlebih jika ada yang sengaja menjual isu SARA dan playing victim demi kepentingan kampanye. "Jangan sengaja seakan-akan korban dari isu SARA," ungkapnya.

Ia menganjurkan bagi pasangan cagub lain untuk melakukan kampanye positif. "Daripada di sosmed melakukan bullying mending kita suarakan gagasan. Misalkan persoalan ekonomi di Jakarta bagaimana solusinya ke depan karena selama ini tak tersentuh oleh petahana," tutup Anthony.

Ngawur... Bareskrim Tolak Laporan Dugaan Penistaan Agama Oleh Ahok


PERAWANGPOS -- Pengamat Hukum Tata Negara Yusril Ihza Mahendra menilai, polisi wajib meneruskan laporan tentang dugaan penistaan agama yang dilakukan Bakal calon Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok). Menurut dia, alasan polisi menolak laporan tersebut sangat tidak masuk akal.

Yusril menjelaskan, Bareskrim Mabes Polri wajib menerima laporan masyarakat tentang dugaan terjadinya tindak pidana penistaan agama dalam suatu acara di Kepulauan Seribu beberapa hari yang lalu.

"Menolak menerima laporan dengan alasan tidak ada fatwa MUI adalah alasan yang mengada-ada dan tidak berdasarkan hukum sama sekali," jelas Yusril dalam keterangan tertulis, Jumat (7/10).

Menurut Yusril, setiap orang yang datang melapor, wajiblah dituangkan dalam berita acara laporan yang isinya antara lain adalah identitas pelapor, terlapor, tindak pidana yang diduga telah dilakukan, locus dan tempus delicti, serta saksi-saksi yang mengetahui dugaan tindak pidana yang dilaporkan.

"Laporan tersebut haruslah ditindaklanjuti dengan penyelidikan untuk menyimpulkan benar tidaknya telah terjadi tindak pidana sebagaimana dilaporkan. Untuk memastikan apakah perbuatan yang dilaporkan tersebut memenuhi unsur tindak pidana atau tidak, penyelidik dapat meminta keterangan ahli.

Dalam konteks inilah, kata dia, apakah ucapan terlapor Gubernur DKI termasuk penistaan atau tidak, penyelidik dapat meminta MUI untuk menerangkannya. Jadi bukan setelah ada fatwa MUI baru polisi dapat menerima laporan dari pelapor.

"Saya menulis ini semata-mata ingin memberitahu semua pihak tentang prosedur penerimaan laporan sesuai hukum yang berlaku. Saya mendesak, Bareskrim Mabes Polri bekerja secara profesional dan tidak membeda-bedakan orang dalam melayani laporan masyarakat," tuntas Yusril.

Sumber : Muslimina