Showing posts with label Perawang. Show all posts
Showing posts with label Perawang. Show all posts

Wednesday, November 16, 2016

Warga Pinang Sebatang Barat Ini, Harumkan Nama Siak Sampai Ke Tinggat PBB

PERAWANGPOS, TUALANG - Seorang petani dari Provinsi Riau bernama Suryono, menjadi salah satu pembicara pada Konferensi Tingkat Tinggi PBB Perubahan Iklim di Maroko. Pengalaman Suryono merubah nasib dari praktik pertanian yang mendegradasi lingkungan, menuju ke pengelolaan lahan hutan berkelanjutan.

"Perasaan saya sangat bangga karena petani kecil seperti saya, bisa didengar di luar negeri. Semoga apa yang saya lakukan bisa jadi contoh orang lain," ujar Suryono seperti dilansir antara sebagaimana dikutip potretnews.com dari merdeka.com, Selasa (8/11/2016).

BERITA TERKAIT:

. Menakjubkan! Seorang Petani Asal Kampung Pinangsebatang Barat Kabupaten Siak Jadi Pembicara Konferensi Tingkat Tinggi PBB Perubahan Iklim di Maroko

Suryono dinilai menjadi contoh petani yang berhasi melakukan mitigasi perubahan iklim dengan bertani holtikultura, menjadi informan titik api, dan turut andil menjaga lingkungan serta mencegah tejadinya kebakaran lahan dan hutan.

Perjalanan hidupnya beralih dari petani kelapa sawit menjadi menanam holtikultura. Dari kampung halamannya di Medan, ia merantau ke Dusun Sukajaya Kampung Pinang Sebatang Barat, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, pada tahun 2000 hingga sekarang.

Pekerjaan awalnya sejak tahun 2000 adalah bercocok tanam kelapa sawit di Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak pada 2007. Suryono pada 2013 menyadari bertani hortikultura lebih menguntungkan ketimbang sawit. Dia mengambil keputusan nekat dengan menumbangkan seluruh tanaman sawit di kebun dua hektar miliknya, dan menggantinya dengan tanaman hortikultura.

Beberapa jenis sayuran yang mulai ditanam Suryono antara lain kangkung, bayam, cabai, melon, semangka, kacang panjang, timun, pepaya, dan jagung. Banyak orang menduga dirinya sudah gila karena dalam benak masyarakat setempat, menanam sayuran tidak menguntungkan.

Dia mengakui awalnya memang tidak mudah ketika masuk ke pasar tradisional, karena harus berhadapan dengan para tengkulak, yang sudah lama beroperasi untuk memasok komoditas tersebut dari Kota Pekanbaru.

Namun, kerja keras Suryono mulai membuahkan hasil setelah berjualan sekitar satu tahun, sehingga banyak petani yang mulai mengikuti langkahnya untuk menanam sayuran dan menjualnya langsung ke pasar.

Ketika menjadi petani sawit dengan lahan dua hektar, Suryono mampu meraih penghasilan maksimal sekitar Rp 2 juta hingga 3 juta per bulan. Namun, kini dengan mengolah lahan setengah hektar untuk ditanami sayuran, dia berhasil meraup penghasilan sekitar Rp 15 juta per bulan.

"Bercocok tanam sayur mayur, dan buah buahan bagi saya menyenangkan, selain menjaga kelestarian lingkungan juga mensejahterakan kehidupan saya," jelasnya.

Suryono mengatakan dirinya juga aktif dalam kegiatan Progam Desa Makmur Peduli Api (DMPA) di daerahnya. Tujuan DMPA adalah praktik pertanian yang berjalan beriringan dengan konservasi lingkungan, meliputi hutan alam dan Hutan Tanaman Industri (HTI), termasuk pencegahan kebakaran hutan melalui peran aktif komunitas lokal.

Peran Suryono akhirnya diakui oleh Pemerintah Kabupaten Siak melalui penghargaan Adikarya Pangan Nusantara 2015, dan Petani Terbaik Siak Bidang Hortikultura 2016.

"Saya memang petani kecil di Riau, tapi perubahan yang terjadi dalam hidup saya amatlah besar," ujar Suryono.

Sumber: merdeka.com

Tuesday, November 15, 2016

Mengkhawatirkan, Tanah Pemakaman Umum KM 11 Perawang Terkena Erosi Parah. Butuh Perhatian Pemerintah

PERAWANGPOS -- Tingginya curah hujan beberapa hari belakangan di di Perawang dan sekitarnya, menyebabkan TPU (Tempat Pemakaman Umum) Kelurahan Perawang yang berada di km 11 Perawang rusak karena erosi (pengikisan tanah). Tidak adanya saluran aliran air hujan, beberapa kuburan sudah runtuh akibat erosi tersebut.

Hal ini jelas-jelas mengkhawatirkan. Terutama pihak keluarga yang saudara mereka dimakamkan di TPU tersebut.

Pihak keluarga mengharapkan perhatian dan tindakan dari pemerintah agar TPU tersebut segera dibenahi dan erosi akibat hujan tidak menyebar ke makam yang lain.

Erosi terlihat sangat parah. Sampai makam ini terlihat hampir terbongkar 

Saturday, November 12, 2016

Pelayanan Kantor Lurah Perawang Dinilai Tidak Bagus

PERAWANGPOS, TUALANG – Kamis (10/11/2016) sekira pukul 13.38 WIB, kondisi pintu Kantor Kelurahan Perawang yang mulanya terbuka di bagian salah satu sisi, tiba-tiba kedua sisi pintu tersebut tertutup rapat.

Dari pantauan kru Infosiak.com saat memasuki Kantor Kelurahan Perawang hanya menemukan satu orang pegawai kantor sedang asik berbincang via handphone dengan posisi begitu santai. Sementara pada saat yang bersamaan di luar halaman kantor, ada beberapa orang masyarakat yang terlihat resah. Hal ini disebabkan kantor Kelurahan Perawang belum juga di buka.

Ketika dimintai tanggapan terkait perilaku pegawainya, Lurah Perawang Yudha Rajasa mengatakan akan menegur pegawainya.

“Kalau memang begitu kami tegur la nanti, karena kami lagi tidak ada di tempat, lagi ada kebutuhan di Siak. Kadang memang ada kejadian yang diluar seharusnya, seperti kita berdinas setiap hari inikan kadang ada juga hal-hal yang tidak ideal, kalau memang ada seperti itu kami tegur la,” jelas Yudha kepada Infosiak.com.

Menanggapi kejadian itu salah seorang warga Jhon (35) menilai apa yang telah dilakukan pegawai tersebut tidak sopan.

“Sangat disayangkan, sebagai pelayan masyarakat seharusnya mendahului kepentingan warga, ini malah dibiarkan menunggu di luar, sementara dirinya santai-santai di kursi tunggu yang saya nilai itu tidak sopan, Negeri Melayu inikan sangat menjunjung etika dan nilai kesopanan,” tanggap Jhon.

Seperti diketahui sebelumnya, Lurah Perawang mengatakan waktu istirahat dikantornya pukul 12.00 WIB hingga pukul 13.30 WIB (selama satu setengah jam,red), namun pada hari itu pegawai menjadwalkan kantor buka pukul 14.00 WIB.

Sumber: infosiak.com

Sunday, November 6, 2016

Peringati Hari Pahlawan, DPD Tk.II IPK Kab. Siak Santuni Anak Yatim

PERAWANGPOS, TUALANG- Dalam waktu dekat ini bangsa Indonesia akan memperingati momen bersejarah yang telah membuat sejarah baru bagi bangsa Indonesia. Momen tersebut adalah peringatan hari pahlawan 10 November 2016 yang jatuh pada hari Kamis.

Esensi dari Peringatan Hari Pahlawan adalah Semangat Kepahlawanan adalah Jiwa Ragaku.“ Hal tersebut dapat diwujudkan dengan bekerja, berkarya, peduli dan berbagi untuk sesama demi mencapai kemajuan bangsa. Melalui Peringatan Hari Pahlawan diharapkan pula dapat memberikan inspirasi kepada para generasi penerus bahwa semangat juang para pendahulu dan pendiri bangsa ini dapat diteladani dan diimplementasikan pada masa kini dalam bentuk perjuangan saling peduli terhadap sesama ucap ketua DPD Tk. II IPK Kab Siak Kasten Harianja.

Hakikat dari penyelenggaraan Peringatan Hari Pahlawan Ikatan Pemuda Karya Kab. Siak  memberikan bantuan Sembako kepada para Anak yatim-Piatu serta lansia agar mendapatkan perlakuan sebagaimana mestinya didalam menikmati era kemerdekaan ini. Untuk itu, pelaksanaan Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2016 DPD Tk. II Ikatan Pemuda Karya Kab. Siak fokus untuk membangun kekuatan bersama dalam berkarya yang dapat menjadi daya dorong dalam rangka menyelesaikan masalah kebangsaan.

Acara santunan yang diadakan pada tanggal 5 November 2016 di Panti Asuhan Terpadu Kecamatan Tualang dihadiri Oleh Aswin Panti sebagai Kepala Panti Asuhan, acara diisi khotbah Ust.Ali Asran Lubis, Ketua DPD IPK Siak Kasten Harianja, Sekjen Sal Efendi, Wakil Heri Gantino, Yaswardi, Leo Tampublon, Dansatgas Max Hasibuan, Sekretariat IR. Sardo Purba, Ketua PAC Tualang Unggal Gultom ST, Ketua Ransus Bunut Makmur Pardede, Ketua Ransus Maredan Timur Tahi Silaen Dan Ransus Bakal./rls

Wednesday, October 5, 2016

Jangan Panik Menghadapi PHK

PERAWANGPOS -- Besarnya gelombang PHK yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan besar pada beberapa bulan belakangan ini memicu keresahan dan ketakutan bagi karyawan di perusahaan terkait.

Sulitnya, keresahan tak hanya dialami oleh si karyawan, tapi ketakutan yang tak kalah hebat pun dialami oleh keluarga mereka. Ada yang tenang dan dan berusaha tetap tenang dengan PHK tersebut, namun banyak pula yang galau dan panik ketika namanya dipanggil oleh pihak perusahaan.

Keresahan ini sangat terasa di kawasan industri Perawang. Gelombang PHK ini menjadi pembicaraan hangat di semua lapisan masyarakat. Kemanapun kita duduk berdiskusi, pembicaraan khalayak pasti seputar PHK.

Seperti salah satu mantan karyawan, sebut saja namanya Abdi (bukan nama sebenarnya), eks karyawan ini lebih dulu mengundurkan diri sebelum di PHK perusahaan.

Ketika ditanya oleh LIPUTAN SIAK.com, Abdi menjawab ; "Terlebih dahulu kita harus kembali mengingatkan diri sendiri, bahwa keluarnya kita dari perusahaan adalah hal yang tak bisa dihindari, adalah keharusan. Tinggal lagi kita yang memilih, keluar di usia produktif atau keluar diusia pensiun, sama-sama akan keluar. Kondisi yang tidak nyaman, jangan dinyaman-nyamankan, ini yang membuat kita tidak siap dan lupa mengatur rencana. Saya mengajak kepada teman -teman karyawan yang sudah masuk radar manajemen untuk dikurangi, jangan panik. Jangan dirundung galau terlalu lama. Hidup harus terus berjalan walau kita tidak lagi bekerja diperusahaan," tutup Abdi.

Sangat banyak jenis usaha yang bisa kita kelola selain bekerja sebagai karyawan. Ketika kita panik, peluang-peluang tersebut menjadi tidak terlihat.[LiputanSiak]