Showing posts with label Riau. Show all posts
Showing posts with label Riau. Show all posts

Monday, November 7, 2016

UMK 2017 Kota Dumai Rp. 2.655.372,5! Kab. Siak Bagaimana ?

PERAWANGPOS - Upah Milinum Kota (UMK) Dumai tahun 2017 sudah ditetapkan dalam rapat Dewan Pengupahan Kota (DPK) Dumai belum lama ini. Besarnya Rp2.655.372,5,- per bulan. Penetapan UMK Dumai itu mengacu kepada Peraturan Pemerinta (PP) Nomor 78 Tahun 2017 tentang  pengupahan.

  "Penetapan UMK Dumai tahun 2017 sudah disepakati semua pihak dengan mengikuti aturan sebagaimana ditetapkan dalam PP No. 78 tahun 2015 tentang pengupakan. Adapun besaran UMK Dumai segera kita kirim ke Gubernur Riau (Gubri)," terang Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Dumai Drs H Amiruddin MM MBA kepada wartawan, Senin (7/11).

Dijelaskannya, bahwa dalam penetapan UMK Kota Dumai tahun 2017 mempedomani angka inflasi dan Pertumbukan Produk Domestik (PDB) tahun 2016 dan Surat Menteri Ketenagakerjaan RI No B.175/MEN/PHIJSK-UPAH/X/2016 tanggal 17 Oktober 2016 perihal penyampaian data tingkat inflasi nasional sebesar 3,07 persen dan pertumbukan produk domistik bruto (PDB) tahun 2016 sebesar 5,18 persen.

"Alhamdulillah, semua pihak sepakat atas kenaikan UMK Dumai sebesar Rp2.655 lebih tersebut," papar Amiruddin.

Menurut Kadisnakertrans Dumai, pembahasan UMK Dumai tahun 2017 yang dilaksanakan pada tanggal 3 November 2016 di ruang pertemuan kantor Disnakertrans Dumai Jalan Kesehatan Dumai Timur belum lama ini dipimpin langsung Ketua DPK Dumai H. Syamsudin yang didampingi H. Amiruddin selaku Sekretaris DPK Dumai.

Hadir dalam rapat pemabahasan itu, Sekretaris Disnakertrans Dumai MT Parulian Siregar SE, Kabid Pengawasan dan Syarat Kerja Disnakertrans Dumai, Muhamamd Fadhly SH, Ketua DPC F-SPTI F-SPSI Kota Dumai Nurdin Budin SSos, perwakilan SBSI Dumai Aritonang SE, Anggota Apindo Dumai Zulfan Ismaini serta anggota DPK Dumai lainnya.

Sumber: Riauaktual.com

Tuesday, October 25, 2016

Ketua APINDO Riau Mas Wijatmoko Bantu UMKM ke Pasaran Dunia

PERAWANGPOS, PEKANBARU- Pertumbuhan ekonomi suatu daerah berbanding lurus dengan perkembangan usaha baik dan industri di daerahnya. Salah satu perkembangan usaha yang mulai menjadi primadona saat ini adalah pergerakan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).  Namun begitu, sedikit dari produk UMKM yang mampu bersaing di pasaran terutama mempersiapkan diri dalam tantangan masyarakat ekonomi ASEAN (MEA).

Hal tersebut yang disadari Wijatmoko Rah Trisno SE dewasa ini. Sebagai alumni Manajemen Fakultas Ekonomi Unri angkatan 1989, Wijatmoko mencoba untuk memberdayakan pengerak UMKM khususnya di Riau ini. Jabatan yang diamanatkan kepadanya sebagai Ketua DPP Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Riau, dengan membawahi 120 perusahaan besar, ia aktif melakukan konsolidasi terhadap koperasi-koperasi dan UMKM yang dinilai mampu meningkatkan diri sebagai pemilik omzet besar.

"UMKM adalah usaha yang takkan lekang dimakan krisis globalisasi. Usaha ini harus dibina agar pengusaha kecil tersebut bisa terus berkembang. Karena tak bisa dipungkiri, masa depan nanti dunia akan dikuasai oleh wirausahawan, bukan pegawai. Maka dari itu, semangat entrepreneur mereka harus selalu kita tumbuhkan. Bagaimanapun mereka ini akan menjadi motor perekonomian masyarakat ke depannya," ujar terangnya.

Kosentrasinya membantu dalam peningkatan UMKM sudah mulai membuahkan hasil. Di bawah Wijatmoko, Apindo beranggotakan perusahaan-perusahaan besar juga peduli terhadap nasib pengusaha-pengusaha kecil, seperti UMKM. Upaya yang dilakukan mulai dari konsolidasi bersama pemerintah pusat, dinas terkait dan perbankan agar UMKM bisa memiliki peluang yang lebih untuk maju. Ia bermimpi ke depan UMKM di Riau bisa merambah ke lini produksi yang lebih besar. Ekonomi kerakyatan bisa terus tumbuh dan menyejahterakan masyarakat.

"Sejauh ini, kiprah saya sebagai alumni Unri memang berkutat pada dunia bisnis dan ekonomi. Karena dasar saya memang di manajemen. Meski belum seberapa, saya berharap membawa pengaruh dan manfaat bagi banyak orang, khususnya karyawan," jelasnya.

Diceritakannya, apa yang dilakukannya tersebut sedikit banyak terpengaruh oleh kegiatannya saat masih menjadi mahasiswa tersebut. Kemampuan organisasi dan juga manajemennya didapat saat aktif dalam organisasi intra kampus dan sempat pernah juga dipercaya menjabat sekjen organisasi mahasiswa yang aktif dan kritis.

Bekal tersebutlah yang kini dijadikannya pedoman sebagai pengusaha sekaligus pemimpin organisasi. Ia berharap, ke depan semakin banyak alumni Unri yang bisa memiliki peran dalam memajukan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.

Sumber: riaupos.co
Ket. Foto : Wijatmoko Rah Trisno SE (Manajemen FE Angkatan 1989)

Saturday, October 15, 2016

Takut Dimarah Karena Handphone Kecemplum Dalam Parit, Gadis Siak Hulu Gantung Diri Dengan Jilbab

PERAWANGPOS, KAMPARSeorang remaja wanita di Dusun I Desa Lubuk Siam Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar, Provinsi Riau yang masih berumur 14 tahun berinisial EN, nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri menggunakan kain jilbab, Jumat (14/10/2016).

Polisi menduga, motif gantung diri EN dipicu karena takut dimarahi orangtua, lantaran handphone miliknya tak sengaja dibuang ke parit oleh sang adik yang masih Balita. Adapun jasad EN, ditemukan sudah kaku di dalam barak tempat keluarga ini tinggal.

Sebelum gantung diri, EN dan seorang saksi bernama Lilis pergi memancing di kanal, yang berada tak jauh dari barak tersebut. Gadis ini juga membawa adiknya yang masih berumur dua tahun, karena tidak ada yang menjaga, sebab orangtua mereka pergi bekerja.

Saat itu lah adik EN tanpa sengaja membuang handphone miliknya ke dalam parit/kanal. Spontan saja ABG (anak baru gede, red) ini takut. Ia bahkan sempat meminta Lilis agar merahasiakan kejadian tersebut kepada siapa pun, termasuk orangtuanya.

Dari situ gelagat EN berubah. Ia mendadak pergi dan menitipkan adik lelakinya kepada Lilis yang sedang asyik memancing. Dengan tergesa-gesa EN berjalan menuju barak, dan tak pernah lagi kembali. Tentu ini membuat Lilis curiga, dan mendatangi barak tersebut.

Dari jendela belakang Lilis melihat tubuh EN sudah dalam keadaan tergantung dengan kain jilbab. Tampak di sampingnya ada jerigen yang diduga jadi pijakan korban sebelum mengakhiri hidupnya. Melihat itu, Lilis bergegas masuk, namun pintu belakang terkunci dari dalam.

Tak hilang akal, Lilis kemudian masuk lewat jendela. Tak lupa ia mengambil pisau dan langsung memotong kain yang menjerat leher EN. Tapi sayang, aksi Lilis sudah terlambat, karena EN telah meninggal dunia. Dengan perasaan takut, Lilis bergegas ke rumah tetangganya dan melaporkan peristiwa itu.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, personil Polsek Siak Hulu dan Dokter dari Puskesmas Kubang langsung mendatangi tempat kejadian untuk melakukan pemeriksaan. Dilihat dari ciri-cirnya tim dokter menyimpulkan, bahwa korban murni gantung diri, dan tidak ditemukan tanda kekerasan di tubuhnya.

"Motif bunuh diri diduga dipicu karena takut dimarahi oleh ayahnya karena handphone dibuang oleh adiknya ke parit," sebut Kapolres Kampar, AKBP Edy Sumardi Priadinata melalui Kapolsek siak Hulu, Kompol P Zalukhu, Jumat malam

Sumber: goriau.com